SPs IPB University Ambil Sumpah 24 Insinyur Baru, Perkuat Jejaring Global Keinsinyuran

Salah satu lulusan Angkatan ke-8 berasal dari Timor Leste, yakni Rektor East Timor Coffee Institute (ETCI), Eng Lucio Marcal Gomes, MEngAgron. Kehadirannya menjadi simbol semakin kuatnya jejaring internasional Program Profesi Insinyur IPB.

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:00 WIB
SPs IPB University Ambil Sumpah 24 Insinyur Baru, Perkuat Jejaring Global Keinsinyuran
Prosesi pengambilan sumpah 24 insinyur Program Profesi Insinyur IPB University di Kampus Dramaga, Bogor, sebagai bagian dari penguatan jejaring global keinsinyuran. Foto: Humas IPB for Hallonews

HALLONEWS.ID – IPB University melalui Sekolah Pascasarjana (SPs) kembali melaksanakan Pengambilan Sumpah Program Profesi Insinyur (PPI) Angkatan ke-8. Sebanyak 24 lulusan resmi diambil sumpahnya dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Kampus Dramaga, Bogor.

Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Prof Agus Taufik Mulyono, Dekan SPs IPB Prof Yusli Wardiatno, Wakil Dekan SPs Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Dr Perdinan, serta Ketua Program Studi PPI Prof Muhammad Romli.

Para lulusan Angkatan ke-8 berasal dari beragam disiplin ilmu. Tujuh orang berasal dari bidang Pertanian dan Hasil Pertanian, dua orang dari Peternakan, satu orang dari Kehutanan, tiga orang dari Industri Pertanian, satu orang dari Perikanan dan Kelautan, serta 10 orang dari Sipil dan Lingkungan.

Dengan penambahan tersebut, total insinyur yang telah diambil sumpahnya sejak angkatan pertama kini mencapai 780 orang. Angka ini menunjukkan konsistensi SPs IPB dalam memperkuat kontribusi profesional insinyur di berbagai sektor strategis nasional.

Salah satu lulusan Angkatan ke-8 berasal dari Timor Leste, yakni Rektor East Timor Coffee Institute (ETCI), Eng Lucio Marcal Gomes, MEngAgron. Kehadirannya menjadi simbol semakin kuatnya jejaring internasional Program Profesi Insinyur IPB.

Dalam sambutannya, Dekan SPs IPB menegaskan bahwa pengambilan sumpah insinyur merupakan momentum strategis dalam memperkuat fondasi transformasi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Indonesia membutuhkan insinyur yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu merancang sistem, mendorong inovasi, serta menghadirkan solusi berkelanjutan bagi tantangan pangan, energi, lingkungan, dan infrastruktur,” ujarnya melalui rilis yang diterima wartawan media ini, Sabtu (21/2/2026).

Lebih lanjut disampaikan, IPB University menetapkan tahun 2026 sebagai tahun “Global Engagement”, yakni penguatan kolaborasi internasional, peningkatan visibilitas global, serta perluasan jejaring akademik dan profesional di tingkat regional maupun dunia.

“Pelantikan insinyur yang melibatkan peserta dari Timor Leste dinilai menjadi implementasi nyata agenda strategis tersebut,” tegasnya.

IPB University memposisikan diri sebagai center of excellence keinsinyuran berbasis hayati dan keberlanjutan di kawasan ASEAN, dengan kekuatan pada sektor pertanian tropika, pangan, kelautan, kehutanan, bioindustri, serta rekayasa lingkungan.

Melalui Program Profesi Insinyur, IPB University berkomitmen menghasilkan insinyur profesional yang berdaya saing global, berintegritas, dan mampu berkontribusi tidak hanya pada pembangunan nasional, tetapi juga dalam penguatan kapasitas kawasan.

Prosesi pengambilan sumpah ini sekaligus menjadi penegasan komitmen para insinyur baru untuk mengabdi kepada bangsa dan masyarakat, serta memperluas kontribusi Indonesia dalam ekosistem keinsinyuran regional dan global. (opy)