UMN Resmi Luncurkan Program Artificial Inteligence

Rektor UMN Andrey Andoko, menyampaikan bahwa peluncuran program studi AI merupakan langkah strategis dalam menjawab perkembangan teknologi.

Kamis, 9 April 2026 - 13:00 WIB
UMN Resmi Luncurkan Program Artificial Inteligence
Rektor UMN Dr. Andrey Andoko, dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, Prof. Dr. Friska Natalia. Foto: Hallonews/Agung Nugroho

HALLONEWS.ID – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) resmi meluncurkan Program Studi Sarjana (S1) Artificial Intelligence (AI). Peluncuran program studi ini diresmikan langsung oleh jajaran rektorat UMN di Ascott Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).

Program Studi AI UMN hadir tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga menekankan konsep Sustainable Artificial Intelligence yang berkelanjutan serta relevan dengan kebutuhan industri.

Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko, menyampaikan bahwa peluncuran program studi ini merupakan langkah strategis dalam menjawab perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Peluncuran Program Studi Sarjana Kecerdasan Buatan ini selaras dengan visi UMN, yakni unggul di bidang berbasis ICT, salah satunya adalah kecerdasan buatan. Teknologi ini merupakan teknologi baru yang hadir di masyarakat dan berkembang cukup pesat. Hal ini mendorong kami untuk membuka Program Studi Kecerdasan Buatan,” ungkap Andrey.

Selain perkembangannya yang pesat, Andrey juga menilai kecerdasan buatan membawa dampak di berbagai bidang sekaligus menciptakan disrupsi.

Menurutnya, kemampuan di bidang kecerdasan buatan menjadi bekal penting yang harus dikuasai oleh seluruh lulusan UMN. Tema kecerdasan buatan sendiri telah diimplementasikan sebagai bagian dari pembelajaran di UMN.

“Bagi saya, pengetahuan mengenai kecerdasan buatan menjadi penting untuk dikuasai secara mendalam. Hal ini agar nantinya lulusan UMN dapat berkontribusi dalam pengembangan kecerdasan buatan serta penerapannya di masa depan,” tambah Andrey.

Andrey berharap peluncuran Program Studi Sarjana Kecerdasan Buatan ini dapat melahirkan para ahli yang mampu berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas maupun bisnis.

Ia juga berharap para calon mahasiswa nantinya dapat memberikan kontribusi dan dampak nyata bagi masyarakat luas.

AI UMN Tidak Berfokus pada Teori

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, Prof. Dr. Friska Natalia, menegaskan bahwa Program Studi AI UMN dirancang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada penerapan nyata yang berkelanjutan.

“Kami senang dan bangga dapat membuka Program Studi Sarjana Kecerdasan Buatan pada tahun 2026. Program studi ini tidak semata-mata mempelajari konsep dan teori Artificial Intelligence, tetapi juga menekankan Sustainable Artificial Intelligence, di mana teknologi AI digunakan tidak hanya karena kemajuan dan kecanggihannya, tetapi juga dengan memperhatikan tanggung jawab serta kode etik. Dengan pendekatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memberikan dampak berkelanjutan, baik secara sosial maupun lingkungan,” papar Friska.

Friska juga menjelaskan adanya kolaborasi internasional yang telah terjalin, yakni program International Acceleration bersama Chang Gung University, Taiwan.

Program ini tidak hanya menekankan pembelajaran, tetapi juga memberikan pengalaman global bagi mahasiswa.

“Melalui kolaborasi bersama Chang Gung University, Taiwan, mahasiswa dapat menempuh studi selama tiga tahun di UMN dan satu tahun di Chang Gung University tanpa biaya tambahan, selain biaya kuliah di UMN. Melalui program tersebut, mahasiswa juga dapat menambah satu tahun lagi di Chang Gung University untuk menyelesaikan program magister, sehingga dalam total waktu lima tahun mahasiswa bisa mendapatkan gelar sarjana dan magister,” jelas Friska.

Friska menambahkan bahwa kurikulum Program Studi Sarjana AI berorientasi pada kompetensi, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

Ke depan, UMN akan terus menjajaki berbagai kolaborasi dengan perguruan tinggi di tingkat global untuk memperkuat komitmen tersebut.

“Penerimaan mahasiswa baru Program Studi Sarjana AI akan dibuka pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027. Harapan saya, akan semakin banyak calon mahasiswa yang memilih dan bergabung dengan program ini, mengingat keilmuan AI akan terus berkembang dan sangat dibutuhkan, khususnya dalam dunia kerja di masa depan,” tutup Friska. (agn)