60 Ribu Buruh Bekasi Bergerak ke Monas, Bawa Tuntutan Besar di May Day

Sebanyak 60 ribu buruh dari Bekasi menuju Monas untuk peringatan May Day, membawa tuntutan soal upah, outsourcing, dan PHK.

Jumat, 1 Mei 2026 - 8:45 WIB
60 Ribu Buruh Bekasi Bergerak ke Monas, Bawa Tuntutan Besar di May Day
Ribuan buruh Bekasi menuju Monas untuk memperingati May Day. Foto: SPSI Bekasi for Hallonews

HALLONEWS.ID – Sebanyak puluhan ribu buruh dari Kabupaten Bekasi mulai bergerak menuju kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, untuk mengikuti peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat (1/5/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah buruh yang berangkat diperkirakan mencapai 60 ribu orang. Mereka berasal dari berbagai serikat pekerja dan perusahaan yang tersebar di kawasan industri Bekasi.

Para buruh berangkat secara bertahap dari pabrik dan tempat kerja masing-masing sejak pagi hari. Bahkan, sebagian di antaranya telah lebih dulu berangkat sejak selepas subuh untuk menghindari kepadatan di jalan.

Salah satu rombongan berasal dari pekerja yang berlokasi di Kawasan Industri EJIP, Cikarang Selatan. Sekitar 1.000 buruh diberangkatkan menggunakan 25 unit bus menuju Monas untuk merayakan May Day kali ini.

Salah satu buruh, Inan Nugroho, menyampaikan bahwa dalam aksi May Day tahun ini, buruh membawa sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Salah satunya terkait kebijakan dalam klaster ketenagakerjaan yang diharapkan sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Selain itu, buruh juga menuntut penghapusan sistem outsourcing, penolakan upah murah, penghentian praktik pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, serta evaluasi terhadap program magang.

“Kami berharap kebijakan ketenagakerjaan ke depan lebih berpihak kepada buruh dan sesuai dengan putusan MK,” kata Inan.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni mengatakan, peringatan May Day merupakan agenda tahunan yang berpotensi meningkatkan aktivitas massa dalam jumlah besar.

Karena itu, pihaknya meminta seluruh jajaran pengamanan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengedepankan langkah preventif di lapangan.

“Kami mengimbau seluruh petugas untuk mengutamakan pendekatan humanis dan persuasif dalam pengamanan. Koordinasi lintas sektor juga harus diperkuat,” kata Sumarni.

Ia juga menekankan pentingnya pelaporan cepat apabila terdapat potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Hingga pagi hari, pergerakan buruh dari berbagai titik di Kabupaten Bekasi menuju Monas masih terus berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. (dul)