270.000 Warga Jakarta Terdampak Data BPJS, Pramono Berjanji Warga Tetap Bisa Berobat
Sebanyak 270.000 peserta PBI BPJS Kesehatan di Jakarta terdampak pemutakhiran data. Namun Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, layanan kesehatan warga tidak boleh terhenti hanya karena persoalan administrasi.

HALLONEWS.ID – Pemutakhiran data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tak boleh berujung pada terhambatnya layanan warga.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan seluruh peserta terdampak tetap dilayani penuh.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan seluruh layanan, termasuk penanganan penyakit berat, rawat inap, cuci darah, operasi katarak, hingga layanan darurat dan kesehatan rutin, tetap berjalan.
“Meski pemutakhiran data dari pemerintah pusat masih berlangsung, Pemprov DKI tidak akan menunggu proses administrasi untuk menjamin hak kesehatan warga,” katanya kepada wartawan Selasa (10/2/2026).
“Seluruh peserta terdampak akan dialihkan ke skema BPJS yang iurannya ditanggung pemerintah daerah,” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menambahkan, untuk layanan darurat dan layanan berkelanjutan seperti cuci darah dan rawat inap, pengalihan kepesertaan ke PBI Pemda dilakukan secara otomatis.
Sementara untuk layanan non-darurat, Pemprov DKI membantu reaktivasi kepesertaan melalui verifikasi Dinas Sosial.
Ani menegaskan, proses tersebut relatif cepat karena Jakarta telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) lebih dari 99 persen.
“Rumah sakit dan puskesmas diminta aktif berkoordinasi agar pelayanan warga tidak terputus akibat persoalan administrasi,” ucapnya. (fer)
