Kapolri Hadiri ASEAN TUC 2026, Soroti Peran Besar Buruh dan Stabilitas Hubungan Industrial di Indonesia

Kapolri Listyo Sigit menghadiri ASEAN TUC 2026 dan menegaskan pentingnya hubungan industrial harmonis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan buruh di Indonesia dan ASEAN.

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:30 WIB
Kapolri Hadiri ASEAN TUC 2026, Soroti Peran Besar Buruh dan Stabilitas Hubungan Industrial di Indonesia
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri Gala Dinner General Assembly ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC) 2026 yang berlangsung di Hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026). Humas Polri for Hallonews

HALLONEWS.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri Gala Dinner General Assembly ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC) 2026 yang berlangsung di Hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026).

Hadir pula perwakilan serikat pekerja dari berbagai negara ASEAN sebagai bagian dari forum strategis untuk memperkuat kerja sama perlindungan tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan buruh di tingkat regional.

Dalam kesempatan itu, Kapolri menyampaikan apresiasi atas terpilihnya kembali Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, sebagai Presiden ASEAN TUC.

Terpilihnya Andi Gani secara aklamasi dinilai menjadi bukti kepercayaan tinggi dari organisasi buruh di kawasan terhadap kepemimpinan Indonesia.

Kapolri menilai ASEAN TUC memiliki peran strategis karena mewakili puluhan juta pekerja di Asia Tenggara.

Menurutnya, organisasi tersebut memiliki pengaruh besar dalam membangun sistem ketenagakerjaan yang berkeadilan serta memperkuat solidaritas pekerja lintas negara.

“Kami menyampaikan apresiasi terhadap dukungan dari TUC Asia-Pasifik yang terus berkontribusi dalam memperkuat sinergi antarorganisasi buruh regional,” katanya.

Sigit menilai pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi serta kolaborasi antarperwakilan pekerja.

Dalam sambutannya, Kapolri juga turut menyoroti peran Desk Ketenagakerjaan Polri yang dinilai mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan hubungan industrial.

Penghargaan yang diberikan kepada unit tersebut disebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan konflik ketenagakerjaan.

Kapolri menegaskan bahwa terciptanya hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan perusahaan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Hubungan kerja yang sehat tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan tenaga kerja,” ujarnya.

Forum ASEAN TUC sendiri merupakan wadah kerja sama serikat pekerja terbesar di kawasan yang menaungi lebih dari 20 juta anggota.

Organisasi ini aktif mendorong advokasi perlindungan tenaga kerja, peningkatan kompetensi pekerja, serta penguatan kebijakan ketenagakerjaan di negara-negara ASEAN. (min)