Pengemudi Keluhkan Jalan Tol Cikampek Rusak, Jasamarga Klaim Sudah Ditambal Sulam
Tol Jakarta-Cikampek rusak dan berlubang di banyak titik. Pengemudi waswas kecelakaan, Jasamarga klaim perbaikan dilakukan setiap hari.

HALLONEWS.ID – Pengguna Jalan Tol Jakarta- Cikampek mengeluhkan kondisi badan jalan rusak di sejumlah titik dari Bekasi hingga Karawang.
Aspal terkelupas dan lubang menganga membuat pengemudi mengurangi kecepatan menghindari kerusakan kendaraan dan potensi kecelakaan.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menyatakan perbaikan jalan dilakukan setiap hari. Senior Manager Representative Office 1 PT JTT Amri Sanusi mengatakan pihaknya menurunkan 10 tim untuk melakukan penambalan lubang di ruas Tol Jakarta-Cikampek.
“Normalnya setiap tim bisa menangani 10 sampai 15 lubang setiap malam. Jadi setidaknya ada 150 lubang yang ditangani per hari,” kata Amri, Senin (23/2/2026).
Menurut Amri, perbaikan dilakukan dengan metode penambalan titik (spot patching) serta teknik spitting dan overlayuntuk lubang yang berdekatan. Namun, penanganan area yang luas dibatasi hanya dua lokasi per malam karena dapat mengganggu arus lalu lintas.
Perbaikan dilakukan malam hari, antara pukul 22.00 hingga 05.00 WIB, saat volume kendaraan rendah. Petugas disiagakan mengatur lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Perusahaan berkomitmen menangani kerusakan maksimal dalam waktu 2×24 jam sejak lubang teridentifikasi.
Keluhan jalan rusak sebelumnya diungkapkan Risky Atmaja (28) mengatakan lubang di jalan tol menjadi ancaman serius, terutama pada malam hari ketika visibilitas terbatas.
“Siang saja banyak yang hampir kena jebakan lubang, apalagi malam hari. Sangat membahayakan,” kata warga Cikarang Utara ini.
Selain kerusakan permukaan jalan, kondisi bahu jalan juga menuai sorotan. Di beberapa titik, terutama ruas Bekasi Barat hingga Tambun, terlihat batu berukuran besar dan material konstruksi berserakan di sisi jalan tol.
Pengendara khawatir material tersebut dapat terpental jika terlindas kendaraan berkecepatan tinggi.
“Kalau terlindas kendaraan dalam kecepatan tinggi tentu bahaya. Ini bisa mengancam keselamatan,” tambah Endin Gepeng (53), warga Karawang.
Pengemudi berharap pengelola tol segera melakukan pembersihan material dan perbaikan aspal secara menyeluruh. Mereka menilai langkah cepat diperlukan karena Tol Jakarta-Cikampek merupakan jalur utama distribusi logistik nasional dan penghubung antarkota. (dul)
