Jalan Rusak Masih 300 Km, Bekasi Mulai Perbaikan 106 Titik Tahun Ini

Sebanyak 106 titik jalan di Bekasi akan diperbaiki tahun ini. Anggaran Rp192 miliar disiapkan, namun target panjang jalan ikut terkoreksi.

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:50 WIB
Jalan Rusak Masih 300 Km, Bekasi Mulai Perbaikan 106 Titik Tahun Ini
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi Henri Lincoln. Foto: Hallonews/Abdullah M

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan perbaikan infrastruktur jalan pada 106 titik yang tersebar di 23 kecamatan dengan total anggaran mencapai Rp192 miliar. Anggaran sebesar itu dikucurkan dari APBD 2026.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi Henri Lincoln mengatakan pekerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada awal Juni 2026. “Pengerjaan sudah bisa dimulai awal bulan depan,” kata Henri, Rabu (6/5/2026).

Menurut dia, proses lelang proyek tahun ini mengalami keterlambatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 kontrak kerja sudah diterima rekanan pada Februari, maka hingga awal Mei 2026 masih dalam tahap persiapan lelang.

Menurut Henri, penyesuaian regulasi menjadi salah satu penyebab utama. Pemerintah daerah kini harus menerapkan sistem e-Katalog versi 6 dengan skema mini kompetisi serta menyesuaikan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP).

Pemkab Bekasi menargetkan proses lelang rampung pada akhir Mei melalui e-Katalog maupun Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), sehingga pekerjaan fisik dapat segera dimulai.

Adapun jenis pekerjaan meliputi rekonstruksi, pelebaran, serta pemeliharaan rutin dan berkala guna meningkatkan kenyamanan pengguna jalan. Namun, anggaran infrastruktur jalan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp297 miliar.

Selain faktor regulasi, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut memicu lonjakan biaya material konstruksi seperti aspal, beton, dan lapisan pondasi agregat.

“Kondisi ini berdampak pada panjang jalan yang dapat ditangani. Dari target satu kilometer, kini berpotensi hanya sekitar 800 meter,” ucapnya.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan SDABMBK Kabupaten Bekasi Dede Chairul menyebutkan total panjang jalan kabupaten mencapai sekitar 1.077 kilometer yang terbagi dalam 281 ruas.

Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen dalam kondisi baik, sedangkan 30 persen atau sekitar 300 kilometer masih mengalami kerusakan.

Dengan kemampuan penanganan rata-rata 50 kilometer per tahun, pemerintah daerah diperkirakan membutuhkan waktu hingga enam tahun untuk menyelesaikan persoalan jalan rusak, di luar potensi kerusakan baru.

Pada tahun ini, prioritas pembangunan difokuskan di wilayah utara, terutama Kecamatan Babelan dan Tarumajaya yang memiliki tingkat kerusakan tinggi

. Sejumlah ruas yang menjadi perhatian antara lain Jalan Baru Tanggul Bahagia, Lingkar Babelan, serta ruas Bojong Karatan-Marunda hingga batas Kota Bojong Karatan–Buni Bakti.

Adapun di wilayah selatan, pembangunan difokuskan pada koridor Bojongmangu hingga Sukamukti yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor.

Dede menambahkan, masyarakat juga dapat berpartisipasi melaporkan kondisi jalan rusak melalui platform digital yang telah disediakan pemerintah daerah.

“Seluruh kecamatan tetap mendapatkan penanganan, namun prioritas ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan,” tegasnya. (dul)