19 Ribu Hewan Kurban Diperiksa di Bekasi, Mayoritas Aman untuk Dikonsumsi

Pemkab Bekasi memeriksa 19.000 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Mayoritas dinyatakan sehat, meski ditemukan gejala PMK pada sejumlah sapi.

Senin, 25 Mei 2026 - 14:28 WIB
19 Ribu Hewan Kurban Diperiksa di Bekasi, Mayoritas Aman untuk Dikonsumsi
Petugas mengecek kesehatan hewan kurban di wilayah Kabupaten Bekasi. Foto: Pemkab Bekasi for Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pertanian terus memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026.

Pemeriksaan dilakukan di peternakan hingga lapak penjualan eceran yang tersebar di wilayahnya.

Sebanyak 32 petugas kesehatan hewan dan dokter hewan yang tergabung dalam Tim Pengendalian Penyakit Hewan dan Penjamin Kesehatan Hewan (P2HPKH) diterjunkan untuk memeriksa hewan kurban di berbagai titik penjualan.

Ketua Tim P2HPKH Dewi Suryani mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa sedikitnya 19.000 ekor hewan kurban dari 227 titik penjualan.

“Pemeriksaan terus kami lakukan sampai H-1 Iduladha, termasuk nantinya di lokasi penyembelihan seperti masjid dan tempat pelaksanaan kurban lainnya,” kata Dewi, Senin (25/5/2026).

Dari jumlah tersebut, sapi mendominasi dengan sekitar 9.000 ekor. Sementara domba tercatat sebanyak 5.600 ekor dan kambing sekitar 4.000 ekor. Menurut Dewi, mayoritas hewan yang diperiksa dalam kondisi sehat dan layak dijadikan hewan kurban.

Meski demikian, petugas menemukan sejumlah kasus penyakit ringan pada beberapa hewan, salah satunya iritasi mata di wilayah Cikarang Barat.

“Gejala yang ditemukan berupa mata merah dan berair. Kemungkinan dipicu perubahan cuaca dari daerah asal hewan ke kondisi cuaca panas di Bekasi,” ujarnya.

Selain iritasi mata, petugas juga menemukan beberapa sapi yang menunjukkan gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hewan yang terindikasi PMK langsung dipisahkan dari hewan sehat lainnya untuk mencegah penyebaran penyakit.

Namun demikian, Dewi memastikan PMK tidak menular kepada manusia dan dagingnya tetap aman dikonsumsi apabila diolah dengan benar. “Untuk dijadikan hewan kurban memang belum bisa karena harus menjalani pengobatan sampai sembuh,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat lebih teliti saat membeli hewan kurban.
Masyarakat diminta memastikan hewan dalam kondisi aktif, memiliki nafsu makan baik, mata cerah, hidung bersih, serta tidak kurus maupun cacat fisik.

Selain itu, pembeli juga disarankan menanyakan riwayat kesehatan hewan kepada penjual guna memastikan kondisi hewan layak untuk kurban. (dul)