Pembebasan Lahan Kelar, Jalan Pengganti Saleh Danasasmita Dimulai Dibangun

Pemkot Bogor menuntaskan penyiapan lahan, sementara Pemprov Jawa Barat menyiapkan anggaran dan proses lelang untuk konstruksi jalan pengganti Saleh Danasasmita yang ditargetkan selesai dalam 6–7 bulan.

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:00 WIB
Pembebasan Lahan Kelar, Jalan Pengganti Saleh Danasasmita Dimulai Dibangun
Wali Kota Bogor Dedie Rachim didampingi Sekda dan Kadis PUPR6 dan Kadishub tinjau lokasi untuk jalan pengganti Batutulis yang longsor. Foto: hallonews/yopy

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kota Bogor memastikan proyek pembangunan jalan pengganti Jalan Saleh Danasasmita memasuki tahap konstruksi fisik setelah proses penyiapan lahan rampung.

Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemulihan akses masyarakat yang terdampak, sekaligus penataan ulang konektivitas di kawasan tersebut.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menjelaskan bahwa setelah pembebasan lahan pada tahun anggaran 2025, kini pekerjaan memasuki fase teknis berupa cut and fill untuk membentuk trase baru.

“Saya sampaikan bahwa, lahan sudah clear dan dibebaskan oleh Pemkot Bogor (pembebasan dilakukan pada tahun anggaran 2025). Tahap awal meliputi cut and fill serta penebangan/pemangkasan beberapa pohon. Proses cut and fill diperkirakan berlangsung 1–2 minggu,” kata Dedie saat peninjauan lokasi, didampingi Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi.

Tahap ini menjadi fondasi sebelum pembangunan badan jalan dimulai. Penyiapan lahan, termasuk perizinan dan penanganan vegetasi, ditargetkan selesai dalam waktu satu hingga dua minggu.

Selanjutnya, pekerjaan konstruksi utama akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui mekanisme pengadaan resmi.

Saat ini, prosesnya masih berada pada tahap lelang guna menentukan kontraktor pelaksana yang akan mengerjakan proyek tersebut.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran dari APBD Provinsi untuk pembangunan jalan dengan spesifikasi lebar 18 meter dan panjang 230 meter.

“Detail konstruksi jalan yakni, lebar 18 meter, panjang 230 meter. Pelaksana konstruksi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat ini masih dalam tahap lelang untuk penunjukan kontraktor. Estimasi waktu pengerjaan konstruksi: 6–7 bulan,” kata Dedie kepada wartawan Selasa (24/2/2026) pagi.

Keterlibatan Pemprov Jawa Barat dalam tahap konstruksi menandai sinergi antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi.

Pemkot Bogor bertanggung jawab pada pembebasan dan kesiapan lahan, sementara pembiayaan dan pelaksanaan konstruksi fisik ditangani oleh pemerintah provinsi.

Skema ini diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek tanpa terkendala aspek administrasi lahan.

Setelah pemenang lelang ditetapkan dan kontrak kerja diteken, pekerjaan konstruksi diperkirakan berlangsung selama enam hingga tujuh bulan.

Rentang waktu tersebut mencakup pembangunan struktur badan jalan, sistem drainase, hingga penyelesaian akhir agar jalan layak dilalui kendaraan.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, proyek ini ditargetkan dapat rampung pada akhir tahun 2026.

Pemerintah berharap proses lelang berlangsung transparan dan tepat waktu sehingga tidak menghambat jadwal pengerjaan di lapangan.

Dengan dimulainya tahapan konstruksi ini, masyarakat diharapkan segera mendapatkan kepastian akses pengganti yang lebih aman dan representatif.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pembangunan agar sesuai dengan spesifikasi teknis dan perencanaan anggaran yang telah ditetapkan.

Tujuan proyek dengan jalur baru ini akan menjadi trase pengganti Jalan Saleh Danasasmita, guna membantu masyarakat yang selama ini aksesnya terganggu. (opy)