Mudik Lebaran Dongkrak Ekonomi Daerah, Kapolri Sebut Perputaran Uang Tembus Rp137 Triliun
Mudik Lebaran 2026 diprediksi memutar uang hingga Rp137 triliun. Polisi menyoroti bottleneck di Tol Trans Jawa dan Pantura serta menyiapkan tol fungsional untuk mengurai kemacetan.

HALLONEWS.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa pada periode mudik tahun 2025 terjadi perputaran uang dari pusat ke daerah sekitar Rp137 triliun.
Jumlah tersebut dinilai memberi dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan mudik tidak hanya berkaitan dengan keselamatan perjalanan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.
“Kita harapkan pengamanan Operasi Ketupat 2026 berjalan optimal sehingga multiplier effect bagi perekonomian daerah juga semakin besar,” ujarnya saat memimpin rapat koordinasi Operasi Ketupat 2026 di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Berdasarkan hasil survei jalur mudik, terdapat sejumlah temuan yang perlu segera ditangani sebelum puncak arus mudik.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah jalur Tol Trans Jawa dan jalur Pantura yang masih memiliki beberapa titik penyempitan (bottleneck) yang berpotensi menimbulkan kemacetan panjang.
Selain itu, kesiapan jalur tol yang masih bersifat fungsional. Jalur tersebut rencananya akan dimanfaatkan sebagai alternatif untuk mengurai kepadatan, meski standar keselamatannya harus tetap diperhatikan.
Optimalisasi tol fungsional dinilai penting karena volume kendaraan saat mudik diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Sisa waktu sebelum Lebaran akan digunakan untuk memperbaiki titik rawan kemacetan, meningkatkan pengamanan, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi,” ungkap Sigit. (min)
