Tak Hanya Iran, Anas Urbaningrum Juga Dorong Prabowo Bawa Misi Perdamaian ke AS

Anas Urbaningrum menyarankan Presiden Prabowo melanjutkan misi perdamaian ke Amerika Serikat dan bertemu Donald Trump agar konflik Iran tidak meluas.

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:30 WIB
Tak Hanya Iran, Anas Urbaningrum Juga Dorong Prabowo Bawa Misi Perdamaian ke AS
Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum (IG Anas Urbaningrum)

HALLONEWS.ID – Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas misi perdamaian internasional yang tengah dijalankannya.

Menurut Anas, langkah Prabowo melakukan kunjungan ke Iran dengan membawa pesan perdamaian merupakan inisiatif yang sangat baik di tengah memanasnya situasi geopolitik global.

“Jika Presiden Prabowo pergi ke Iran dengan membawa misi perdamaian, tentu ini upaya yang baik. Sangat baik,” tulis Anas melalui unggahan di media sosialnya seperti dikutip Hallonews, Jumat (6/3/2026).

Namun, ia menilai upaya tersebut akan lebih seimbang jika misi yang sama juga dilanjutkan ke Amerika Serikat. Anas menyarankan agar Prabowo bertemu langsung dengan Presiden AS Donald Trump untuk menyampaikan pesan perdamaian yang sama.

Menurutnya, langkah diplomasi yang menyentuh kedua pihak yang memiliki pengaruh besar di konflik kawasan akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif mendorong perdamaian dunia.
Anas bahkan menyampaikan ilustrasi percakapan santai yang bisa disampaikan Prabowo kepada Trump.

Dalam tulisannya, ia menggambarkan Prabowo bisa mengingatkan bahwa dunia saat ini lebih membutuhkan perdamaian daripada konflik bersenjata.

“Pak Trump, masa saya baru ikut tanda tangan Board of Peace, tintanya belum kering, baru saja tiba di Jakarta, sampeyan sudah menyerang Iran,” tulis Anas menggambarkan pesan yang harus disampaikan Prabowo secara diplomatis namun ringan.

Ia menilai candaan diplomatik semacam itu dapat menjadi pengingat bahwa dunia sedang merindukan stabilitas dan kedamaian.

“Stop becandaan begitu. Dunia rindu damai, bukan perlu perang,” lanjutnya.

Anas menegaskan bahwa pernyataannya merupakan bentuk harapan sekaligus dukungan agar Indonesia mengambil peran yang lebih besar dalam diplomasi global.

Menurut dia, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara besar yang selama ini dikenal konsisten mendorong penyelesaian konflik secara damai.

“Ini adalah harapan dan dukungan kepada Pak Prabowo untuk mengambil peran dan tanggung jawab yang besar bagi perdamaian dunia,” tulisnya.

Seruan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia yang dikhawatirkan dapat memicu konflik lebih luas.(wib)