Di Hadapan Surya Paloh dan Pramono Anung, Wibi Andrino Bicara Soal Masa Depan Jakarta
Momentum Ramadan dimanfaatkan Partai NasDem DKI Jakarta untuk memperkuat konsolidasi politik. Dalam kesempatan itu, Wibi Andrino menekankan pentingnya persatuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan Jakarta.

HALLONEWS.ID – Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi politik di Kota Jakarta.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Wibi Andrino menegaskan bahwa kompleksitas persoalan Jakarta tidak mungkin diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama lintas elemen, termasuk partai politik.
“Tantangan pembangunan Jakarta membutuhkan solidaritas politik dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan,” katanya kepada wartawan Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, apabila seluruh elemen politik dan pemangku kebijakan dapat bersatu mendukung kepemimpinan gubernur, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat Jakarta.
Ia juga menilai Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat komunikasi politik sekaligus merajut kembali kebersamaan antarpartai.
“Jakarta membutuhkan komitmen bersama dari seluruh kekuatan politik. Karena itu silaturahmi seperti ini penting untuk membangun kesepahaman dalam menghadapi berbagai persoalan kota,” ujar Wibi.
Ia menambahkan, sejumlah isu strategis masih menjadi pekerjaan rumah bersama, mulai dari persoalan kesejahteraan sosial, kesenjangan ekonomi, kemacetan lalu lintas hingga banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah ibu kota.
“NasDem siap berkolaborasi dan mendukung kebijakan yang berpihak pada kepentingan warga Jakarta,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menilai kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi yang positif bagi berbagai kekuatan politik di Jakarta.
“Kebersamaan antara pemerintah daerah dan partai politik penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk menjaga prinsip keterbukaan dan keberagaman dalam membangun Jakarta.
Ia juga menyatakan akan menjadi pemimpin bagi seluruh warga Jakarta tanpa membedakan latar belakang kelompok maupun golongan.
Pramono menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, serta seluruh unsur masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi ibu kota.
“Kontribusi ekonomi Jakarta terhadap perekonomian nasional saat ini masih sangat signifikan dengan porsi sekitar 16 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional,” pungkasnya. (fer)
