Humas Polri Siap Kawal Informasi Operasi Ketupat 2026

Humas Polri siaga jelang mudik Lebaran 2026. Sebanyak 143 juta pemudik diprediksi bergerak saat Operasi Ketupat 2026 dengan pengamanan ratusan ribu personel gabungan.

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:00 WIB
Humas Polri Siap Kawal Informasi Operasi Ketupat 2026
Divisi Humas Polri menggelar apel kesiapan sebagai bagian dari pengamanan nasional dalam Operasi Ketupat 2026 yang akan berlangsung selama periode mudik Lebaran.

HALLONEWS.ID – Jelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran humas kepolisian mulai bersiaga. Divisi Humas Polri menggelar apel kesiapan Satuan Tugas Humas sebagai bagian dari pengamanan nasional dalam Operasi Ketupat 2026 yang akan berlangsung selama periode mudik Lebaran.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa peran humas sangat krusial dalam memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan transparan selama pelaksanaan operasi pengamanan Lebaran.

Menurutnya, humas Polri tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga mengawal komunikasi publik mulai dari tahap persiapan hingga evaluasi operasi.

Informasi penting seperti kondisi arus lalu lintas, rekayasa jalan, hingga layanan bagi pemudik harus tersampaikan secara jelas kepada masyarakat.

“Melalui kesiapan ini, kami memastikan seluruh jajaran Humas Polri siap menyampaikan informasi terkait pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, termasuk perkembangan arus mudik dan berbagai layanan yang disiapkan bersama stakeholder,” ujar Johnny.

Tahun ini, potensi pergerakan masyarakat saat mudik diperkirakan mencapai sekitar 143 juta orang atau lebih dari separuh populasi Indonesia.

Lonjakan mobilitas tersebut menjadi perhatian utama aparat keamanan dalam memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar.

Untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri, Polri bersama Tentara Nasional Indonesia serta berbagai instansi terkait akan menggelar Operasi Ketupat 2026 mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.

Operasi ini melibatkan sekitar 389.681 personel gabungan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, sebanyak 2.756 posko pengamanan disiapkan untuk melayani masyarakat. Pos tersebut terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang ditempatkan di berbagai titik strategis jalur mudik.

Pengamanan juga difokuskan pada lebih dari 185 ribu objek penting, termasuk masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara yang diperkirakan akan dipadati masyarakat selama masa libur Lebaran.

Di sektor lalu lintas, kepolisian juga menyiapkan berbagai skema rekayasa seperti contraflow dan sistem one way yang akan diberlakukan secara situasional berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan.

Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 dan 17 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi pada 24 dan 28 Maret 2026.

Selain pengamanan jalur mudik, kepolisian juga meningkatkan patroli di wilayah rawan kriminalitas serta menyiapkan pengamanan bagi rumah warga yang ditinggalkan selama mudik.

Layanan darurat 110 juga dioptimalkan agar masyarakat dapat segera melaporkan gangguan keamanan.

Polri pun mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan mudik dengan matang, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, menjaga kesehatan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

“Polri bersama seluruh stakeholder berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar mudik tahun ini berlangsung aman, tertib, dan lancar sesuai semangat komunikasi publik: Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” tutup Johnny. (min)