Antisipasi Macet Mudik, Puluhan “U-Turn” di Jalur Pantura Bekasi Siap Ditutup

Pemkab Bekasi menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan menutup sebagian dari sekitar 30 titik "U-turn" di jalur Pantura Karawang–Bekasi guna mengantisipasi kemacetan saat arus mudik Lebaran 2026.

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:28 WIB
Antisipasi Macet Mudik, Puluhan “U-Turn” di Jalur Pantura Bekasi Siap Ditutup
Sejumlah petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan melakukan penutupan putaran arah (u-turn) di Jalan Diponegoro, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi sebagai bagian dari persiapan rekayasa lalu lintas menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Foto: Hallonews/Abdullah M Surjaya.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menyiapkan sejumlah langkah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama arus mudik Lebaran 2026. Salah satunya dengan menertibkan sejumlah putaran arah atau “u-turn” di jalur arteri utama Jalur Pantura yang menghubungkan Karawang–Bekasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, mengatakan terdapat sekitar 30 titik “U-turn” di sepanjang jalur tersebut.

Sebagian dari titik tersebut akan ditutup sementara maupun permanen guna mengurangi potensi kemacetan saat pergerakan pemudik meningkat.

“Fokusnya agar tidak banyak terjadi simpul-simpul kepadatan di jalur arteri. Namun titik mana saja yang akan ditutup masih kami finalkan dan diputuskan dalam dua hari ke depan,” kata Agus, Kamis (12/3/2026).

Jalur Arteri Jadi Fokus Pengamanan

Penataan putaran arah dinilai penting untuk menjaga kelancaran lalu lintas di jalur Pantura yang selama ini menjadi salah satu jalur utama pemudik, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Di wilayah Kabupaten Bekasi, jalur arteri Pantura sering menjadi pilihan pemudik karena menghubungkan kawasan Bekasi dengan wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Meski demikian, Agus menegaskan kebijakan penutupan “u-turn” tetap mempertimbangkan kebutuhan mobilitas masyarakat yang tinggal di sekitar jalur tersebut.

Karena itu, tidak semua titik akan ditutup secara permanen.

“Selain untuk mengurangi kepadatan saat puncak mudik, kebijakan ini juga harus tetap memerhatikan aktivitas masyarakat sekitar. Jadi ada yang ditutup permanen dan ada yang hanya ditutup sementara menggunakan pembatas,” ujarnya.

Gunakan “Water Barrier”

Sebagian titik “u-turn” akan ditutup menggunakan “water barrier” sehingga dapat dibuka kembali ketika arus lalu lintas mulai normal setelah masa mudik.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi konflik pergerakan kendaraan yang sering memicu kemacetan di jalur arteri Pantura.

Selain penutupan “u-turn,” Pemkab Bekasi juga menyiapkan berbagai sarana pendukung pengaturan lalu lintas.

Fasilitas tersebut antara lain pemasangan marka jalan tambahan, rambu lalu lintas, serta perangkat pengaman jalan lainnya.

Agus memastikan seluruh fasilitas tersebut akan dipasang sebelum puncak arus mudik dimulai.

“Semua sudah disiapkan dan akan dipasang. Jadi saat arus mudik mulai meningkat, baik fasilitas maupun personel sudah dalam kondisi siap,” katanya.

Arus Mudik Diprediksi Dua Gelombang

Pergerakan pemudik pada Lebaran 2026 diperkirakan tidak terjadi dalam satu waktu. Kepolisian memprediksi arus mudik tahun ini akan terbagi dalam dua gelombang besar.

Gelombang pertama diperkirakan mulai terlihat pada akhir pekan ini, sementara gelombang kedua diprediksi terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Di Bekasi sendiri terdapat dua jalur utama yang menjadi lintasan pemudik, yakni Jalan Tol Jakarta–Cikampek yang didominasi kendaraan roda empat serta jalur arteri yang meliputi Pantura Karawang–Bekasi dan Jalan Inspeksi Kalimalang.

Berkaca pada musim mudik tahun sebelumnya, lebih dari 200.000 pengendara roda dua tercatat melintas di jalur arteri Kabupaten Bekasi menuju Pantura.

Jumlah tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam menyiapkan skema pengaturan lalu lintas agar arus mudik Lebaran tahun ini tetap lancar. (dul)