Digitalisasi Zakat Makin Mudahkan Penyaluran

Dosen IPB University Laily Dwi Arsyianti menyebut transformasi digital seperti pembayaran zakat daring, ATM beras, dan sistem payroll membuat pengelolaan zakat lebih efisien dan transparan.

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:30 WIB
Digitalisasi Zakat Makin Mudahkan Penyaluran
Dosen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University Laily Dwi Arsyianti menjelaskan peran transformasi digital dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat. Foto: Humas IPB for Hallonews.

HALLONEWS.ID – Transformasi digital mulai membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan zakat, terutama pada bulan Ramadan ketika kewajiban zakat fitrah menjadi perhatian umat Muslim.

Dosen Ilmu Ekonomi Syariah dari IPB University, Laily Dwi Arsyianti, mengatakan pemanfaatan teknologi digital membuat proses pengumpulan dan distribusi zakat menjadi lebih efektif, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, zakat tidak hanya dipahami sebagai kewajiban materi, tetapi juga memiliki makna spiritual untuk menyucikan harta dan jiwa.

“Pada bulan Ramadan, zakat fitrah menjadi bentuk solidaritas sosial agar kebahagiaan Idulfitri dapat dirasakan lebih merata, termasuk oleh masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Selasa (17/3/2026).

Inovasi Digital dalam Pengelolaan Zakat

Laily menjelaskan, perkembangan teknologi mendorong berbagai inovasi dalam pengelolaan zakat. Salah satunya melalui layanan pembayaran zakat secara daring yang memudahkan masyarakat menunaikan kewajibannya tanpa harus datang langsung ke lembaga pengelola zakat.

Selain itu, sejumlah lembaga zakat juga mengembangkan program kerja sama dengan para muzakki di sektor pertanian untuk menyediakan beras maupun bahan pangan yang kemudian disalurkan kepada para mustahik.

Inovasi lain yang mulai diterapkan adalah ATM beras, yaitu fasilitas yang memungkinkan penerima zakat mengambil bantuan pangan sesuai kebutuhan mereka.

Sistem Payroll Permudah Muzakki

Salah satu contoh penerapan inovasi digital dilakukan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Al Hurriyyah di lingkungan IPB.

UPZ tersebut menyediakan sistem pemotongan zakat secara otomatis melalui rekening payroll bagi para muzakki yang bekerja di lingkungan kampus.

Selain mempermudah pembayaran zakat, sistem ini juga disertai laporan distribusi dana sebagai bentuk transparansi kepada para donatur.

“Fasilitas ATM beras juga disediakan agar mustahik dapat mengambil bantuan sesuai kebutuhan. Inovasi ini dihadirkan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta memperkuat dampak zakat bagi kesejahteraan umat,” kata Laily.

Dorong Literasi Zakat

UPZ IPB juga bekerja sama dengan Masjid Al Hurriyyah dalam berbagai program penggalangan dana selama Ramadan.
Beberapa program yang dijalankan antara lain pengumpulan infak untuk buka puasa dan sahur, zakat fitrah, serta zakat mal.

Program tersebut tidak hanya bertujuan mengumpulkan dana zakat, tetapi juga meningkatkan literasi zakat di kalangan civitas akademika maupun masyarakat luas. (opy)