Bikin Adem! Banser Amankan Salat Id Muhammadiyah Meski Beda Lebaran

Momen hangat terjadi di Bekasi saat Banser ikut mengamankan salat Id Muhammadiyah meski berbeda hari Lebaran.

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:15 WIB
Bikin Adem! Banser Amankan Salat Id Muhammadiyah Meski Beda Lebaran
Anggota Banser membantu pengamanan salat Idulfitri Muhammadiyah di Tambun, Bekasi, meski berbeda hari perayaan Lebaran. Foto: Hallonews/Abdullah M Surjaya

HALLONEWS.ID – Perbedaan hari raya tak selalu menghadirkan sekat. Di kawasan Grand Wisata, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, suasana justru menunjukkan sebaliknya, hangat, guyub, dan penuh makna toleransi.

Sejak pagi buta, Jumat (20/3/2026), ribuan jemaah dari Muhammadiyah mulai berdatangan untuk melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah. Mereka memadati area sekitar perempatan dekat Go Wet Waterpark, membawa sajadah dan mengenakan pakaian terbaik untuk menyambut hari kemenangan.

Takbir menggema, menyatu dengan langkah kaki jemaah yang terus berdatangan. Barisan shaf tersusun rapi, laki-laki di depan, perempuan di belakang, hingga meluber ke sisi jalan.

Banser Hadir di Tengah Perbedaan

Di tengah kekhusyukan itu, tampak pemandangan yang menyentuh. Sejumlah anggota Barisan Ansor (Banser) Serbaguna terlihat sigap membantu pengamanan jalannya ibadah.

Bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah, mereka mengatur arus jemaah, membantu parkir kendaraan, hingga memastikan pelaksanaan salat berlangsung tertib.

Padahal, Banser yang merupakan bagian dari Nahdlatul Ulama (NU), baru akan merayakan Idulfitri keesokan harinya.

“Ini bentuk kebersamaan. Walaupun berbeda hari, kita tetap saudara,” ujar Heryanto, salah satu koordinator Banser di Tambun.

Meski hanya sekitar enam personel yang diterjunkan, kehadiran mereka menjadi simbol kuat bahwa perbedaan bukan penghalang untuk saling menjaga.

Pesan Idulfitri: Jangan Hanya Ritual

Salat Idulfitri dipimpin oleh Khatib Dadang Kahmad. Dalam khotbahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.

“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi harus memberi dampak dalam kehidupan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga salat, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat solidaritas antarwarga, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih.

Kolaborasi yang Sudah Terjalin Lama

Suasana kebersamaan tersebut bukanlah hal baru. Sekretaris Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bekasi, Ferryal Abadi, menyebut hubungan antara Muhammadiyah dan NU di wilayah tersebut telah lama terjalin erat.

“Ketika ada kegiatan Muhammadiyah, Banser membantu. Begitu juga sebaliknya,” ujarnya.

Ia bahkan mengungkapkan adanya rencana pembangunan fasilitas bersama sebagai simbol kolaborasi kedua organisasi.

Momen di Tambun ini menjadi potret nyata bahwa toleransi tidak hanya berhenti pada wacana. Ia hidup, tumbuh, dan hadir dalam tindakan sederhana—menjaga, membantu, dan saling menghormati di tengah perbedaan. (dul)