“One Way” Tol Trans Jawa Dihentikan, Arus Mudik Berangsur Normal
Korlantas Polri resmi menghentikan "one way" nasional setelah arus mudik Lebaran 2026 dinilai sudah terkendali.

HALLONEWS.ID – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menghentikan skema rekayasa lalu lintas “one way” nasional pada arus mudik Lebaran 2026 setelah melalui evaluasi bersama dengan berbagai pemangku kepentingan.
Kepala Korlantas Polri, Agus Suryonugroho, menyatakan keputusan ini diambil karena kondisi arus lalu lintas telah berangsur normal dan tidak lagi memerlukan sistem satu arah.
“Setelah evaluasi, arus lalu lintas cukup landai dan terkendali, sehingga ‘one way’ nasional kami hentikan,” ujarnya di Command Center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Jumat (20/3/2026).
Dihentikan Pukul 13.22 WIB
Penghentian rekayasa lalu lintas dilakukan pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 13.22 WIB, setelah melalui tahapan sosialisasi kepada masyarakat dan sterilisasi jalur.
Setelah itu, arus kendaraan kembali diberlakukan normal di kedua arah, baik menuju Jakarta maupun ke arah Trans Jawa.
“Sekarang kondisi lalu lintas sudah normal, baik ke arah Jakarta maupun Semarang,” jelas Agus.
Agus menegaskan bahwa kebijakan rekayasa lalu lintas bersifat fleksibel dan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Penghentian ‘one way’ menjadi bagian dari strategi manajemen lalu lintas yang terus dievaluasi secara berkala untuk menjaga kelancaran perjalanan pemudik.
Usai arus mudik, kepolisian kini mengalihkan fokus pada pengamanan malam takbiran, pelaksanaan salat Idulfitri, dan pengamanan kawasan wisata.
Selain itu, Korlantas juga mulai menyiapkan skenario untuk menghadapi arus balik Lebaran.
Siapkan Skenario Arus Balik
Untuk arus balik, Korlantas bersama stakeholder akan menyusun berbagai strategi, di antaranya penerapan kembali “one way” nasional jika diperlukan, pemanfaatan tol fungsional, pengalihan arus kendaraan, dan pemantauan berbasis teknologi lalu lintas.
“Semua skenario akan disiapkan sesuai kondisi ‘traffic’ di lapangan sebelum dilakukan eksekusi,” pungkas Agus. (ren)
