Presiden Prabowo Tegaskan Penguatan Sektor Pertanian sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa

Presiden Prabowo menegaskan kedaulatan pangan sebagai syarat kemerdekaan. Dampak Perang Rusia-Ukraina jadi alarm bahaya ketergantungan impor pangan Indonesia.

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:00 WIB
Presiden Prabowo Tegaskan Penguatan Sektor Pertanian sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa
Presiden Prabowo Subianto Foto: Komdigi

HALLONEWS.ID — Ketahanan pangan kembali ditegaskan sebagai garis depan strategi negara. Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor pertanian bukan sekadar urusan produksi, melainkan fondasi kedaulatan di tengah dunia yang makin tak pasti.

Dalam program Mata Najwa edisi Presiden Menjawab, Prabowo menegaskan satu pesan kunci: kemerdekaan tanpa kemandirian pangan hanya ilusi.

“Kalau kita ingin benar-benar merdeka, kita harus mampu menjamin kebutuhan pangan kita sendiri,” ujar Prabowo, Kamis (19/3/2026).

Ia menarik garis historis ke pemikiran Soekarno. Menurutnya, Bung Karno sejak awal telah membaca bahwa pertanian adalah tulang punggung negara merdeka. Tanpa kontrol atas pangan, sebuah bangsa mudah goyah oleh tekanan eksternal.

“Bung Karno selalu bicara pertanian,” kata Prabowo.

Pernyataan itu bukan tanpa konteks. Pemerintah saat ini tengah mendorong serangkaian langkah konkret: optimalisasi lahan, percepatan pembangunan irigasi, hingga penguatan kapasitas petani. Di sisi lain, riset dan inovasi juga didorong, termasuk melalui peran IPB University sebagai motor pengembangan teknologi pertanian.

Namun, tekanan terbesar justru datang dari luar negeri. Prabowo menyinggung dampak langsung konflik global terhadap dapur nasional. Perang Rusia-Ukraina, misalnya, terbukti mengguncang harga pangan dunia akibat terganggunya pasokan gandum dan jagung.

“Perang Ukraina berdampak ke kita karena gandum dan jagung naik,” ujarnya dikutip dari pertanian.go.id.

Di titik ini, pesan pemerintah menjadi lebih tajam: ketergantungan pada impor adalah kerentanan. Dalam lanskap global yang saling terhubung, konflik di belahan dunia lain kini bisa langsung terasa di pasar domestik.

Prabowo bahkan menegaskan perubahan zaman. Jika ratusan tahun lalu perang di Eropa tidak berpengaruh ke Nusantara, kini situasinya berbalik total—setiap gejolak global membawa efek berantai.

Karena itu, pemerintah menargetkan penguatan kebijakan strategis di sektor pertanian: dari peningkatan kesejahteraan petani, stabilisasi harga, hingga distribusi pangan yang lebih merata.

Optimisme tetap dijaga, tetapi dengan catatan: kedaulatan pangan tidak bisa ditunda. “Kalau kita ingin merdeka, kita harus menjamin sumber pangan kita,” kata Prabowo. (gaa)