Kapolri Pantau Malam Takbiran dari Medan, Arus Balik Lebaran Diprediksi 24–25 Maret
Kapolri Listyo Sigit Prabowo memantau pengamanan malam takbiran dari Medan dan memprediksi puncak arus balik Lebaran terjadi 24–25 Maret 2026.

HALLONEWS.ID – Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama seluruh stakeholder terkait melaksanakan monitoring pengamanan malam takbiran Lebaran di Pos Terpadu Lapangan Merdeka Polrestabes Medan, Sumatera Utara, pada Jumat malam, 20 Maret 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri melakukan pemantauan pengamanan dan pelayanan malam takbiran di seluruh Indonesia secara virtual. Ia menegaskan seluruh rangkaian Idulfitri 2026 harus berjalan aman dan kondusif di seluruh wilayah Indonesia.
Kapolri menyampaikan bahwa pengamanan malam takbiran, termasuk kegiatan takbir keliling di berbagai daerah, melibatkan puluhan ribu personel gabungan.
“Malam ini sampai dengan besok tentunya kita melaksanakan rangkaian kegiatan, salah satunya takbir keliling yang dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia dan harus kita amankan. Pengamanan ini melibatkan kurang lebih 72.016 personel,” kata Kapolri.
Pengamanan Salat Id dan Halalbihalal
Kapolri juga menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian untuk memberikan pengamanan dan pelayanan optimal saat masyarakat melaksanakan Salat Idulfitri di seluruh wilayah Indonesia.
Selain itu, setelah pelaksanaan Salat Id, kegiatan halal bihalal dan berbagai kegiatan masyarakat juga menjadi perhatian pengamanan aparat.
“Besok akan dilaksanakan kegiatan Salat Id yang juga harus diamankan di seluruh wilayah Indonesia. Setelah itu akan ada kegiatan halal bihalal dan kegiatan lanjutan yang tentunya harus kita amankan,” ujar Kapolri.
Puncak Arus Balik 24–25 Maret 2026
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyampaikan bahwa Polri bersama stakeholder terkait telah menyiapkan strategi untuk menghadapi puncak arus balik Lebaran.
Ia memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 24–25 Maret 2026, sementara gelombang kedua diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret 2026.
Menurut Kapolri, berbagai strategi rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, mulai dari sistem ganjil-genap, contraflow, hingga one way lokal dan nasional.
“Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari ganjil-genap, contraflow, dilanjutkan one way lokal maupun one way nasional. Semua dilakukan untuk mengurai potensi kemacetan,” ujarnya.
Kecelakaan dan Fatalitas Menurun
Kapolri juga mengungkapkan bahwa pada arus mudik Lebaran 2026 terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 3,23 persen, sementara angka fatalitas atau korban meninggal dunia turun 24,61 persen dibandingkan Operasi Ketupat tahun sebelumnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah tertib selama perjalanan mudik.
Kapolri juga mengimbau seluruh pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan arus balik.
“Kita tetap berpesan tolong hati-hati di jalan, manfaatkan rest area, manfaatkan pos-pos terpadu untuk beristirahat dan jangan terburu-buru yang dapat membahayakan keselamatan,” tutup Kapolri. (ren)
