Tak Mudik? Kebun Raya Bogor Hadirkan “Poelang Kampoeng”, Lebaran Rasa Kampung Halaman

Program “Poelang Kampoeng” di Kebun Raya Bogor menghadirkan kuliner nusantara, seni tradisional, dan permainan rakyat untuk menghadirkan suasana mudik bagi warga yang tidak pulang kampung.

Senin, 23 Maret 2026 - 12:30 WIB
Tak Mudik? Kebun Raya Bogor Hadirkan “Poelang Kampoeng”, Lebaran Rasa Kampung Halaman
Aneka pameran dan kegiatan budaya dalam program “Poelang Kampoeng” di Kebun Raya Bogor yang menghadirkan suasana kampung halaman bagi pengunjung saat libur Lebaran. Foto: Hallonews/Yopy

HALLONEWS.ID – Lebaran identik dengan tradisi mudik, yakni momen kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Namun tidak semua orang memiliki kesempatan untuk pulang kampung, sehingga kerinduan akan suasana kampung halaman tetap terasa, terutama bagi masyarakat yang merayakan Lebaran di perantauan.

Menjawab kerinduan tersebut, Kebun Raya Bogor menghadirkan program bertajuk “Poelang Kampoeng” yang berlangsung pada 21 hingga 29 Maret 2026 di Taman Reinwardt, Kebun Raya Bogor.

Program ini dirancang untuk menghadirkan suasana Lebaran khas kampung halaman melalui berbagai aktivitas berbasis tradisi, hiburan rakyat, kuliner nusantara, hingga ruang berkumpul keluarga.

Senior Manager Operasional PT Mitra Natura Raya, Afandika Akbar Utama, mengatakan bahwa program ini terinspirasi dari kerinduan masyarakat terhadap suasana mudik dan kebersamaan di kampung halaman saat Lebaran.

“Melalui tradisi, kebersamaan, dan aktivitas khas Lebaran, Kebun Raya dihadirkan sebagai ruang perayaan yang menghidupkan suasana pulang kampung dalam bentuk pengalaman yang hangat dan inklusif,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Program “Poelang Kampoeng” terbagi ke dalam empat zona utama. Zona Kampung Rasa menghadirkan beragam kuliner khas nusantara dari pelaku UMKM, mulai dari papeda Papua, pempek Palembang, gudeg Yogyakarta, hingga nasi pecel Madiun.

Sementara itu, Kampung Budaya menyuguhkan pertunjukan seni tradisional seperti Tari Jaipong, Reog Ponorogo, Ondel-ondel, hingga Tanjidor Betawi yang ditampilkan secara santai agar dapat dinikmati pengunjung sambil beraktivitas.

Selanjutnya, Kampung Kumpul menjadi ruang piknik terbuka bagi pengunjung untuk bersantai dan menikmati kebersamaan bersama keluarga. Sedangkan Kampung Main menghadirkan berbagai permainan tradisional seperti egrang, bakiak panjang, dan engklek yang menghadirkan nuansa nostalgia masa kecil.

Selain menghadirkan suasana Lebaran yang berbeda, pengelola juga melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga kenyamanan pengunjung di tengah potensi lonjakan wisatawan selama libur Lebaran.

Penyesuaian jam operasional diberlakukan, di mana pada 21 Maret 2026 kawasan dibuka pukul 10.00 hingga 16.00 WIB, sementara pada 22 hingga 29 Maret kembali normal pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.

Pengaturan akses pintu masuk juga dilakukan untuk mengurai kepadatan pengunjung. Pengunjung roda dua diarahkan melalui Pintu Gedung Konservasi, pejalan kaki melalui Pintu 1 dan Pintu 4, serta kendaraan roda dua dan roda empat melalui Pintu 3.

SPV Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Desy Susilawati, menjelaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung sekaligus menjaga kenyamanan selama berada di kawasan Kebun Raya Bogor.

Dengan berbagai program dan pengaturan tersebut, Kebun Raya Bogor diharapkan menjadi destinasi alternatif bagi masyarakat yang tidak mudik, sekaligus menghadirkan pengalaman Lebaran yang tetap hangat, meriah, dan penuh kebersamaan tanpa harus meninggalkan kota. (opy)