Saldo e-Toll Kurang Bikin Antrean Kendaraan Mengular di Gerbang Tol
Jasa Marga mencatat 21 ribu kendaraan pemudik terhambat di gerbang tol saat arus balik karena saldo e-toll kurang. Cek saldo sebelum masuk tol untuk hindari antrean panjang

HALLONEWS.ID – Jasa Marga mencatat 21 ribu kendaraan harus melakukan top up di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Jalan Tol Batang-Semarang lantaran saldo kurang. Data itu hasil evaluasi arus mudik H-10 hingga H+1 Lebaran 2026.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono mengatakan jumlah kendaraan dengan saldo kurang itu setara 4,9% dari total 442 ribu kendaraan yang bertransaksi di GT Kalikangkung atau Tol Batang-Semarang.
“Saldo e-toll kurang menyebabkan antrean panjang dan menunda perjalanan pemudik menuju Timur,” kata Rivan, Selasa (24/3/2026).
Kondisi serupa diperkirakan bisa terjadi di GT Cikampek Utama selama arus balik. Jasa Marga mengimbau pengendara untuk memastikan saldo cukup sebelum masuk tol: Rp500.000 untuk rute Semarang-Jakarta dan Rp1.000.000 untuk Surabaya-Jakarta.
Pengendara juga diingatkan untuk menggunakan kartu e-toll yang sama saat tap in dan tap out, terutama di tol Trans Jawa dengan sistem transaksi tertutup, dan mematuhi arahan petugas serta rambu lalu lintas.
Untuk memudahkan pengisian saldo, Jasa Marga menyediakan beberapa kanal: Aplikasi Travoy, mobile banking, gerai ritel/minimarket, dan rest area. Rivan menekankan, langkah ini penting agar arus balik tetap lancar dan terhindar dari antrean panjang di gerbang tol.
Sementara itu, Jasa Marga mencatat peningkatan signifikan arus balik libur Idulfitri 1447H/2026, terutama menuju Jabodetabek dan wilayah Jawa Barat. Data terbaru menunjukkan lonjakan kendaraan di sejumlah gerbang tol utama sejak Senin (23/3).
Arus Balik ke Jabodetabek
Total 184.947 kendaraan tercatat melintas ke arah Jabodetabek, meningkat 33,8% dibanding volume normal 138.196 kendaraan. Rincian di beberapa gerbang tol:
– GT Halim: 65.867 kendaraan, naik 16% dari normal 56.789 kendaraan.
– GT Cikunir 6: 19.644 kendaraan, melonjak 195% dari normal 6.663 kendaraan.
– GT Cikupa: 47.875 kendaraan, naik 11% dari normal 43.274 kendaraan.
– GT Ciawi 2: 51.561 kendaraan, naik 64% dari normal 31.470 kendaraan.
Arus Balik dan Wisata di Jawa Barat
Di Jawa Barat, volume kendaraan meninggalkan Bandung dan Rancaekek menuju Jakarta tercatat 78.734 kendaraan, naik 38,8% dari normal 56.732 kendaraan. Kendaraan menuju Bandung atau sekitarnya tercatat 75.045 kendaraan, naik 16,8% dari normal 64.235.
Beberapa gerbang tol penting di wilayah Bandung:
– GT Cileunyi (Tol Padaleunyi): 44.822 kendaraan menuju Jakarta/Bandung, naik 57,8%; 38.431 kendaraan menuju Rancaekek/Garut, naik 21%.
– GT Pasteur (Tol Padaleunyi): 33.912 kendaraan meninggalkan Bandung menuju Jakarta, naik 19,8%; 36.614 kendaraan menuju Bandung, naik 12,8%.
Jasa Marga memprediksi volume kendaraan di Bandung dan Jabodetabek akan tetap tinggi hingga akhir pekan, seiring aktivitas wisata dan silaturahmi, sekaligus puncak arus balik menuju Jabodetabek mulai hari ini. (dul)
