Jejak Karier Letjen Yudi Abrimantyo, Kabais TNI yang Mundur di Tengah Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis

Letjen TNI Yudi Abrimantyo mundur dari jabatan Kepala BAIS TNI di tengah sorotan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Berikut jejak karier dan perjalanan militernya.

Kamis, 26 Maret 2026 - 8:35 WIB
Jejak Karier Letjen Yudi Abrimantyo, Kabais TNI yang Mundur di Tengah Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis
Letjen TNI Yudi Abrimantyo. Foto: Kemhan RI for Hallonews

HALLONEWS.ID – Nama Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo menjadi sorotan publik setelah melepas jabatannya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI di tengah polemik kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Sebagai pimpinan BAIS TNI, Yudi sebelumnya memimpin lembaga intelijen strategis militer yang bertugas mengolah dan menganalisis informasi intelijen pertahanan untuk kepentingan keamanan nasional dan pengambilan keputusan strategis di lingkungan TNI.

Penyerahan jabatan Kabais TNI dikonfirmasi oleh Kepala Pusat Penerangan TNI, yang menyebut pengunduran diri tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban institusional di tengah kasus yang menyeret sejumlah prajurit dari satuan BAIS.

Meski demikian, pihak TNI belum menjelaskan secara rinci mengenai pengganti Yudi Abrimantyo maupun detail pergantian jabatan tersebut.

Dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus, Pusat Polisi Militer TNI telah menahan empat prajurit aktif dari satuan BAIS yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Jejak Karier Letjen Yudi Abrimantyo

Yudi Abrimantyo merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1989 dari kecabangan infanteri. Ia mengawali karier militernya di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) sebelum kemudian banyak berkarier di bidang intelijen militer.

Kariernya di dunia intelijen mulai menonjol ketika ia menjabat sebagai Perwira Pembantu di Direktorat A BAIS TNI pada periode 2016 hingga 2018. Pada posisi tersebut, ia terlibat dalam penyusunan dan analisis intelijen strategis yang menjadi bahan pertimbangan pengambilan keputusan militer.

Perjalanan kariernya kemudian berlanjut ke lingkungan strategis Kementerian Pertahanan. Pada periode 2020 hingga 2021, ia menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan saat Kementerian Pertahanan dipimpin oleh Prabowo Subianto.

Setelah itu, Yudi dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Instalasi Strategis Pertahanan pada periode 2021 hingga 2024. Jabatan tersebut semakin memperkuat posisinya di jajaran elite pertahanan nasional.

Karier militernya mencapai puncak ketika ia dipromosikan menjadi perwira tinggi bintang tiga dan pada Maret 2024 ditunjuk sebagai Kepala BAIS TNI oleh Panglima TNI Agus Subiyanto.

Sebagai Kabais, ia bertanggung jawab menyusun analisis intelijen strategis baik yang bersifat aktual maupun proyeksi jangka pendek dan jangka panjang untuk Panglima TNI dan Kementerian Pertahanan.

Namun, masa jabatannya berakhir di tengah polemik serius setelah kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus menyeret nama institusi BAIS karena dugaan keterlibatan sejumlah prajurit aktif.

Peristiwa penyiraman tersebut terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, yang mengakibatkan korban mengalami luka bakar serius dan cedera berat pada bagian mata.

Penahanan empat prajurit aktif dari satuan BAIS oleh Polisi Militer TNI semakin meningkatkan sorotan publik terhadap institusi tersebut dan menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi mundurnya Yudi Abrimantyo dari jabatan Kepala BAIS TNI. (dul)