Infrastruktur Jadi Instrumen Pertahanan, Kementerian PU Gandeng Seskoad
Kementerian PU gandeng Seskoad dan TNI AD, dorong peran infrastruktur sebagai bagian strategi pertahanan nasional, terutama dalam penanganan bencana dan kondisi darurat.

HALLONEWS.ID – Infrastruktur tak lagi sekadar soal jalan dan bendungan. Di tangan negara, ia menjadi bagian dari strategi pertahanan terutama saat bencana datang dan konektivitas jadi penentu.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat sinergi pembangunan infrastruktur dengan aspek pertahanan melalui fasilitasi survei lapangan atau Kuliah Kerja Lapangan Wilayah Pertahanan (KKL Wilhan) bagi 20 Perwira Siswa Pendidikan Reguler LXVII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Kamis (26/3/2026).
Kegiatan ini dirancang untuk memperdalam perspektif strategis para perwira tentang peran infrastruktur dalam menopang ketahanan nasional, termasuk saat menangani wilayah terdampak bencana dan menjaga konektivitas di situasi darurat.
Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Wida Nurfaida, menegaskan infrastruktur tak hanya berfungsi sebagai penggerak konektivitas dan layanan publik, tetapi juga instrumen penting dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Kegiatan survei lapangan ini diharapkan memberi pemahaman komprehensif mengenai kebijakan, strategi, serta implementasi pembangunan infrastruktur, khususnya di sektor sumber daya air dan jalan di wilayah rawan bencana,” ujar Wida Nurfaida.
Dalam kerangka itu, Kementerian PU mendorong pembangunan infrastruktur yang tangguh dan adaptif terhadap risiko bencana, mulai dari pengelolaan sumber daya air terintegrasi hingga pembangunan dan pemeliharaan jalan di kawasan rawan, demi memastikan akses dan distribusi logistik tetap terjaga.
Melalui kegiatan ini, para perwira siswa mendapatkan gambaran langsung tentang bagaimana infrastruktur berperan dalam kesiapsiagaan dan respons bencana komponen krusial dalam sistem ketahanan nasional.
Wida berharap kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara Kementerian PU dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam mendukung pembangunan nasional.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat akademis, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan nasional,” katanya.
Sementara itu, Dosen Utama Seskoad, Kolonel Infanteri Imam Purnomo Hadi, menilai kegiatan ini penting untuk memperkaya wawasan perwira terkait peran kementerian dan lembaga dalam menghadapi bencana.
“Kementerian PU memegang peran strategis dalam pembangunan infrastruktur tangguh, penanganan kerusakan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Kegiatan ini diharapkan membuat siswa memahami kebijakan dan program yang berorientasi pada mitigasi dan ketahanan wilayah,” ujarnya.
Survei lapangan dibagi dalam dua kelompok dengan fokus berbeda: pengelolaan infrastruktur sumber daya air di daerah rawan bencana, serta perencanaan dan pemeliharaan jalan dalam kondisi darurat.
Kementerian PU menegaskan komitmennya menghadirkan infrastruktur yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan sebagai fondasi memperkuat ketahanan nasional menghadapi berbagai risiko ke depan. (gaa)
