Jumat Agung 2026: Arti Pengorbanan dan Kasih dalam Wafat Yesus
Jumat Agung 2026 menjadi momen refleksi iman umat Kristiani untuk mengenang wafat Yesus Kristus dan makna pengorbanannya bagi keselamatan manusia

HALLONEWS.ID — Umat Kristiani di seluruh Indonesia hari ini memperingati Jumat Agung, sebuah hari suci untuk mengenang wafatnya Yesus Kristus di kayu salib.
Peringatan ini menjadi momen penting dalam rangkaian Pekan Suci yang sarat makna spiritual dan refleksi iman.
Pendeta Sherly Petonengan dalan khotbah di GPIB Zebaoth Bogor pada ibadah pukul 06.00 Wib Jumat (3/4/2026) pagi mengatakan, kematian sang gembala yakni Yesus Kristus demi sebuah karya agung.
Pada ibadah Jumat Agung yang diikuti perjamuan Kudus ini, Pdt Sherly mengambil khotbah nya dari Injil Yohanes 10 : 14-16.
“Aku mengenal domba-dombaku dan domba-dombaku mengenal suaraKu. Kita ini adalah domba dan Yesus adalah sang gembala. Kita tau kemana kita pergi dan kemana kita pulang, karena kita memiliki Tuhan yang selalu menuntun,” kata Pdt Sherly menjabarkan ayat Alkitab.
Pdt Sherly menambahkan, sebagai manusia, kita tidak layak untuk mendapat kemuliaan Tuhan, namun atas KasihNya, kita bisa mengambil bagian dalam perjamuan Kudus di ibadah Jumat Agung ini.
Kematian Yesus adalah bukti nyata kita manusia ritebus. Dan kebangkitan Tuhan menegaskan, bahwa manusia layak menerima mahkota kemuliaan.

Pelaksanaa Ibadah Jumat Agung berjalan lancar di GPIB Zebaoth Bogor pada Jumat (3/4/2026) pagi.
Dalam ajaran Kristiani, kematian Yesus di kayu salib, bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan memiliki makna teologis yang mendalam. Peristiwa ini dipahami sebagai pengorbanan untuk penebusan dosa manusia, di mana Yesus dianggap menanggung dosa umat manusia.
“Wujud kasih Allah kepada manusia, yang rela mengorbankan Anak-Nya demi keselamatan umat. Jalan menuju keselamatan, yang membuka hubungan baru antara manusia dengan Tuhan,” ujarnya.
*Penghormatan Pemerintah atas Hari Besar Keagamaan*
Pemerintah Indonesia menetapkan Jumat, 3 April 2026 sebagai hari libur nasional berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026. Penetapan ini memberikan kesempatan bagi umat Kristiani untuk menjalankan ibadah dengan khidmat.
Ibadah Jumat Agung di gereja Zebaoth Bogor dilaksanakan dengan suasana yang khidmat dan penuh perenungan.
Peringatan Jumat Agung tidak terpisah dari Hari Paskah yang jatuh pada Minggu, 5 April 2026. Jika Jumat Agung menekankan pada pengorbanan dan kematian, maka Paskah menjadi simbol kemenangan atas kematian melalui kebangkitan Yesus.
Kedua peristiwa ini membentuk inti iman Kristiani yang saling melengkapi. Momentum Jumat Agung mengajak umat Kristiani untuk, menghayati arti pengorbanan dan kasih dan melakukan introspeksi diri serta memperkuat iman dan hubungan spiritual dengan Tuhan. (opy)
