Kondisi Terbaru Andrie Yunus Membaik, Luka Mulai Pulih Usai Serangan Air Keras
Kondisi Andrie Yunus menunjukkan perkembangan positif. Sebagian besar luka telah ditangani melalui cangkok kulit, sementara penanganan mata masih berlangsung hingga 6 bulan ke depan.

HALLONEWS.ID – Rumah Sakit Umum Pusat Nasional RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) melaporkan kondisi terkini Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras, menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.
Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menjelaskan bahwa pasien saat ini masih dalam pengawasan intensif oleh tim medis multidisiplin yang melibatkan dokter bedah plastik, spesialis mata, hingga psikiatri.
Menurutnya, kondisi luka bakar yang dialami Andrie secara umum mulai membaik. Sebagian besar area luka telah ditangani melalui prosedur cangkok kulit.
“Sebagian besar area luka sudah ditangani lewat cangkok kulit, termasuk operasi lanjutan pada 7 April 2026 untuk membersihkan jaringan mati di bagian leher belakang,” ujar Yoga.
Selain luka bakar pada tubuh, penanganan juga difokuskan pada kondisi mata korban yang memerlukan perhatian khusus.
Tim medis saat ini melakukan penutupan bola mata menggunakan jaringan selaput (tenon dan konjungtiva), serta penjahitan sementara pada kelopak mata.
“Hal ini dilakukan untuk melindungi struktur bola mata dan mempercepat proses penyembuhan,” jelas Yoga.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG) menunjukkan bahwa bagian belakang bola mata masih dalam kondisi baik dan utuh.
RSCM merencanakan penanganan mata berlangsung selama empat hingga enam bulan, dengan evaluasi rutin untuk memantau perkembangan.
“Rencana penutupan mata ini akan dilakukan selama kurang lebih 4 hingga 6 bulan, dengan evaluasi berkala menggunakan USG mata untuk memantau perkembangan secara menyeluruh,” katanya.
Kondisi Psikologis Stabil
Di tengah proses pemulihan fisik, kondisi psikologis Andrie Yunus juga dilaporkan stabil.
Tim medis menilai pasien bersikap kooperatif selama perawatan dan mampu beradaptasi dengan kondisi yang dihadapinya.
Pendampingan psikologis pun terus diberikan secara rutin, tidak hanya kepada korban, tetapi juga kepada keluarga sebagai bagian dari proses pemulihan menyeluruh.
Perkembangan ini menjadi kabar positif di tengah proses penyembuhan yang masih panjang. Tim medis RSCM menegaskan akan terus melakukan penanganan secara komprehensif untuk memastikan kondisi Andrie Yunus terus membaik hingga pulih optimal. (agn)
