Wali Kota Depok Akan Evaluasi Program Bimroh demi Tingkatkan Literasi Al-Qur’an

Wali Kota Depok Supian Suri akan evaluasi program Bimroh agar lebih tepat sasaran dan meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an pelajar.

Selasa, 14 April 2026 - 18:30 WIB
Wali Kota Depok Akan Evaluasi Program Bimroh demi Tingkatkan Literasi Al-Qur’an
Wali Kota Depok Supian Suri Foto: Hallonews/Janter

HALLONEWS.ID – Supian Suri mengungkapkan rencana evaluasi program Bimbingan Rohani (Bimroh) agar lebih tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata, khususnya dalam mengatasi persoalan buta huruf Al-Qur’an di kalangan pelajar.

Menurutnya, sebelumnya alokasi anggaran Bimroh cukup besar dengan cakupan hingga 2.000 peserta. Namun, dengan kondisi fiskal yang mengalami efisiensi sekitar Rp380 miliar, pemerintah perlu melakukan penyesuaian tanpa menghilangkan prioritas utama.

“Ini bukan semata-mata efisiensi, tapi ada prioritas yang harus kita penuhi. Kita evaluasi agar anggaran yang ada benar-benar memberikan dampak,” ujar Supian Suri di sela kegiatan Halalbihalal bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok.

Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi literasi Al-Qur’an di Kota Depok, terutama di kalangan siswa sekolah dasar negeri. Berdasarkan data yang diperoleh, dari sekitar 32 ribu lulusan SD setiap tahun, hanya sekitar 30 persen yang mampu membaca Al-Qur’an.

“Artinya, masih banyak anak-anak kita yang belum bisa membaca Al-Qur’an. Ini menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Sebagai langkah perbaikan, Pemerintah Kota Depok berencana mengarahkan fokus program Guru Lekar agar lebih menyasar para guru ngaji. Mereka dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an sejak usia dini.

Selama ini, Supian menilai pelaksanaan program Bimroh belum sepenuhnya tepat sasaran karena tidak semua penerima manfaat merupakan pengajar langsung di lapangan.

Ia ingin program tersebut dikembalikan pada tujuan awal, yakni memperkuat peran guru ngaji.

“Kita harus pastikan berapa anak yang diajar, metode yang digunakan, serta bagaimana hasilnya,” jelasnya.

Untuk memperkuat program tersebut, Pemkot Depok juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Kementerian Agama, organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.

Sebagai informasi, Pemkot Depok sebelumnya telah bekerja sama dengan Muslimat NU dalam uji coba metode pembelajaran Al-Qur’an di sejumlah titik sebagai proyek percontohan.

“Metodenya beragam dan terbukti efektif. Ini akan kita kembangkan. Yang penting, anak-anak kita lulus SD sudah bisa membaca Al-Qur’an,” ungkapnya.

Supian menambahkan, perhatian khusus perlu diberikan kepada sekolah dasar negeri. Berbeda dengan madrasah atau sekolah berbasis agama, SD negeri memiliki keterbatasan jam pelajaran agama sehingga membutuhkan dukungan tambahan dari luar.

“Di SD negeri, jam pelajaran agama terbatas, sehingga perlu dukungan tambahan. Ini yang ingin kita perkuat,” pungkasnya. (jan)