Mentan Amran Peringatkan Industri Plastik: Jangan Mainkan Harga!

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kenaikan harga plastik masih dapat ditoleransi dalam batas wajar, namun tidak boleh berlebihan.

Kamis, 16 April 2026 - 8:30 WIB
Mentan Amran Peringatkan Industri Plastik: Jangan Mainkan Harga!
Dok Kementan for Hallonews foto : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan soal pelaku industri plastik.

HALLONEWS.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta pelaku industri plastik tidak menaikkan harga secara berlebihan meskipun menghadapi kenaikan biaya bahan baku. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah dampak lanjutan terhadap harga pangan, khususnya minyak goreng.

Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat menanggapi lonjakan harga plastik akibat gejolak geopolitik global di kawasan Timur Tengah.

Ia menegaskan bahwa kenaikan harga masih dapat ditoleransi dalam batas wajar, namun tidak boleh berlebihan.

“Boleh naik sedikit, tapi jangan terlalu tinggi,” ujar Amran di kantornya di Jakarta Selatan, Rabu (15/4).

Amran menekankan bahwa harga komoditas strategis seperti minyak goreng tidak boleh dipengaruhi secara signifikan oleh faktor di luar produksi, termasuk biaya pengemasan. Pemerintah, menurutnya, akan turun tangan apabila ditemukan praktik kenaikan harga yang tidak wajar.

Ia juga memastikan akan melakukan pemantauan terhadap produsen maupun distributor yang diduga menaikkan harga secara tidak rasional. Pemerintah siap melakukan pemeriksaan untuk menjaga stabilitas harga di pasar.

Tidak Akan Naikkan HET Minyak Goreng

Di sisi lain, Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng meskipun terdapat tekanan dari kenaikan harga plastik.

Lebih lanjut, ia menyoroti kenaikan harga minyak goreng di tengah kondisi produksi yang justru melimpah. Menurutnya, situasi ini tidak sepenuhnya rasional dan mengindikasikan adanya masalah dalam rantai distribusi.

Produksi CPO Nasional Meningkat

Ia menyebut produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) nasional meningkat signifikan, dengan ekspor mencapai 32 juta ton berdasarkan laporan pelaku industri. Dengan kondisi tersebut, menurutnya tidak ada alasan logis bagi harga minyak goreng tetap tinggi di dalam negeri.

Dalam konteks ini, Amran menegaskan bahwa pemerintah akan berpihak pada masyarakat dan tidak akan menoleransi praktik yang merugikan konsumen.

Di tengah tekanan harga plastik, pemerintah juga mendorong solusi jangka menengah melalui substitusi bahan baku nafta dengan CPO. Langkah ini dinilai memungkinkan mengingat ketersediaan sawit domestik yang melimpah.

Amran menjelaskan bahwa peningkatan produksi CPO tetap berlangsung meskipun sebagian dialokasikan untuk program biofuel seperti B40 hingga menuju B50. Selain itu, kenaikan harga global turut mendorong peningkatan produktivitas di sektor hulu.

Sementara itu, kenaikan harga plastik dipicu oleh terganggunya pasokan nafta sebagai bahan baku utama yang sebagian besar masih diimpor dari Timur Tengah. Konflik geopolitik dan gangguan distribusi global turut menekan pasokan dan mendorong kenaikan harga.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah tengah mencari sumber pasokan alternatif dari negara lain serta mendorong diversifikasi bahan baku,termasuk pemanfaatan CPO, LPG, dan plastik daur ulang guna menjaga stabilitas industri. (agn)