Hujan Lebat Ancam Jabodetabek 19-20 April, BMKG Ingatkan Potensi Banjir

BMKG memperingatkan hujan lebat di Jabodetabek pada 19-20 April 2026. Waspadai potensi banjir, genangan, dan gangguan aktivitas di sejumlah wilayah.

Minggu, 19 April 2026 - 9:30 WIB
Hujan Lebat Ancam Jabodetabek 19-20 April, BMKG Ingatkan Potensi Banjir
BMKG for Hallonews foto : Ilustrasi citra satelit prakiraan cuaca hujan wilayah Jabodetabek.

HALLONEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang akan melanda wilayah Jabodetabek pada Minggu 19 April hingga 20 April 2026

Kondisi ini berpotensi memicu genangan hingga banjir di sejumlah titik, terutama di kawasan rawan. BMKG dalam peringatan dini cuaca menyebut hujan diperkirakan turun hampir merata pada Minggu (19/4/2026), mencakup wilayah:

– Jakarta Utara
– Jakarta Barat
– Jakarta Timur
– Jakarta Selatan
– Kepulauan Seribu
– Kabupaten Bogor

Meski demikian, BMKG memastikan tidak ada potensi hujan sangat lebat, cuaca ekstrem, maupun angin kencang pada hari ini.

Hujan diperkirakan masih berlanjut pada Senin (20/4), terutama di wilayah:

– Jakarta Timur
– Jakarta Selatan
– Kabupaten Bogor
– Kota Depok

BMKG mengingatkan, meski tidak tergolong ekstrem, hujan dengan durasi cukup lama tetap dapat menimbulkan dampak signifikan, terutama jika terjadi secara beruntun dalam dua hari.

“Genangan air, banjir lokal, hingga kemacetan lalu lintas berpotensi terjadi, khususnya di wilayah dengan sistem drainase terbatas,” demikian peringatan BMKG, dikutip Hallonews, Minggu (19/4/2026).

Kondisi ini juga dinilai berisiko mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk perjalanan harian dan mobilitas di kawasan perkotaan padat seperti Jabodetabek. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan.

Warga diminta rutin memantau prakiraan cuaca, menghindari daerah rawan banjir, serta memastikan saluran air di lingkungan tempat tinggal dalam kondisi baik.

Secara klimatologis, April merupakan masa peralihan dari musim hujan ke kemarau atau pancaroba. Pada periode ini, kondisi atmosfer cenderung labil sehingga memicu hujan tiba-tiba dengan intensitas yang bisa cukup tinggi.

BMKG juga mengingatkan bahwa cuaca pada masa pancaroba dapat berubah cepat dan sulit diprediksi secara rinci, sehingga pembaruan informasi cuaca secara berkala menjadi penting bagi masyarakat. (dul)