Distribusi Tersendat, MinyaKita Menghilang dari Pasar di Bogor

Kelangkaan MinyaKita di Kota Bogor terjadi akibat distribusi yang terhambat selama dua pekan. Pemerintah kota menyiapkan operasi pasar untuk menjaga pasokan dan harga

Senin, 20 April 2026 - 9:45 WIB
Distribusi Tersendat, MinyaKita Menghilang dari Pasar di Bogor
Wali Kota Bogor akan melakukan sidak terkait adanya kelangkaan MinyakKita di pasaran. Foto: Hallonews/Yopy

HALLONEWS.ID – Ketersediaan minyak goreng subsidi MinyaKita di sejumlah pasar Kota Bogor dilaporkan kosong dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh terhambatnya distribusi ke tingkat pasar.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menyatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kelangkaan tersebut.

Pemerintah kota kini tengah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menelusuri penyebab utama, terutama dari sisi rantai distribusi bahan pokok.

Menurut Dedie, langkah cepat perlu diambil setelah penyebabnya teridentifikasi. Salah satu opsi yang disiapkan adalah menggelar operasi pasar guna menjaga kestabilan harga serta memastikan ketersediaan barang bagi masyarakat.

Sementara itu, Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor membenarkan bahwa stok MinyaKita di pasar-pasar tradisional saat ini tidak tersedia.

Direktur Utama PPJ, Jenal Abidin, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah pasar dan tidak menemukan pasokan minyak goreng subsidi tersebut.

Ia menjelaskan, dalam kondisi normal distribusi MinyaKita dilakukan melalui unit usaha PPJ, yakni UBMart. Namun, selama kurang lebih dua minggu terakhir, tidak ada pengiriman yang masuk ke Bogor.

Akibat kelangkaan ini, pelaku usaha kecil ikut terdampak. Sejumlah pedagang makanan terpaksa mencari alternatif dengan mencampur minyak subsidi yang tersisa dengan minyak non-subsidi yang harganya lebih tinggi agar tetap dapat berjualan tanpa menaikkan harga secara drastis.

Biasanya, Kota Bogor menerima alokasi sekitar 3.000 dus MinyaKita setiap bulan yang didistribusikan secara bertahap ke pasar-pasar.

Terhentinya pasokan dalam beberapa waktu terakhir membuat ketersediaan di lapangan menipis hingga akhirnya kosong.

Pemerintah Kota Bogor saat ini masih menunggu hasil analisis lebih lanjut sebelum memutuskan langkah lanjutan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Operasi pasar menjadi salah satu langkah yang siap dilakukan apabila kondisi tidak segera membaik. (opy)