Istri Gubernur DKI Tinjau Bantuan Toren Air PAM Jaya untuk Warga Koja
Istri Gubernur DKI Jakarta bersama PAM Jaya meninjau distribusi toren air gratis di Koja sebagai langkah mengatasi krisis air akibat El Nino.

HALLONEWS.ID – Istri Gubernur DKI Jakarta, Endang Nugrahaini, bersama istri Wakil Gubernur DKI Jakarta, Dewi Indriwati, serta Direktur Utama PAM Jaya, Arif Nasrudin, meninjau pembagian toren air gratis di Komplek UKA, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka peringatan Hari Kartini sekaligus sebagai upaya membantu masyarakat yang terdampak krisis air bersih.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung pemasangan toren air di empat rumah warga. Selain itu, dilakukan juga koordinasi dengan pihak Rukun Tetangga (RT) setempat guna memastikan pemanfaatan toren berjalan optimal.
Arif menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari distribusi bantuan toren air kepada pelanggan PAM Jaya di wilayah Kecamatan Koja.
Setiap toren memiliki kapasitas 600 liter dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air harian warga.
Ia mengungkapkan, tekanan air di wilayah Koja saat ini masih berada di angka 0,63, sehingga distribusi belum maksimal. Kondisi ini diperparah oleh infrastruktur pipa lama yang membutuhkan pembaruan.
Selain faktor teknis, tantangan juga datang dari kondisi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang berdampak pada pasokan air, khususnya di wilayah Jakarta Utara.
“Wilayah prioritas saat ini adalah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Meskipun distribusi sudah berjalan, masih ada beberapa titik dengan tekanan air rendah yang terus kami perbaiki,” ujar Arif.
Untuk wilayah Koja, sebanyak 320 unit toren telah didistribusikan. Sementara total penyaluran di Jakarta Utara dan Jakarta Barat mencapai 620 unit.
Ke depan, PAM Jaya berencana menambah jumlah toren air dari 2.000 menjadi 3.000 unit sebagai langkah mitigasi menghadapi musim kemarau panjang. Program ini akan terus dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Arif juga mengajak masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan LMK, untuk ikut mengawasi penggunaan toren agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Adapun wilayah Jakarta Timur, Selatan, dan Pusat dinilai memiliki kondisi distribusi air yang relatif lebih baik.
PAM Jaya menargetkan pemasangan sisa 1.380 unit toren rampung sebelum Juli 2026. Setelah itu, akan ada tambahan sekitar 1.000 unit toren untuk menjangkau masyarakat yang masih membutuhkan.
Arif menegaskan, kualitas dan keberlanjutan distribusi air tetap menjadi perhatian utama. Ia memastikan sistem pengisian toren berjalan optimal agar kebutuhan air warga tetap terpenuhi, termasuk pada jam penggunaan tinggi di malam hari. (agn)
