PAM Jaya Targetkan 1.380 Toren Air Terpasang di Jakarta Utara dan Barat
PAM Jaya menargetkan pemasangan 1.380 toren air di Jakarta Utara dan Jakarta Barat selesai Juli 2026 untuk menjaga pasokan air di tengah ancaman kekeringan

HALLONEWS.ID – Direktur Utama PAM Jaya Arif Nasrudin menargetkan pemasangan sisa 1.380 unit toren air di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat rampung pada Juli 2026.
Setelah target tersebut tercapai, PAM Jaya akan menambah sekitar 1.000 unit toren air guna menjangkau masyarakat yang masih membutuhkan pasokan air bersih.
Pernyataan itu disampaikan Arif usai meninjau pembagian toren air gratis dalam rangka Hari Kartini di Kompleks UKA, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Senin (20/4/2026).
Arif menegaskan pentingnya menjaga kualitas serta pemanfaatan toren air yang telah dipasang. Ia memastikan sistem pengisian air tetap berjalan optimal agar ketersediaan air tetap terjaga, termasuk saat tingkat penggunaan tinggi pada malam hari.
Program distribusi toren air ini merupakan bagian dari upaya PAM Jaya dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, khususnya di Kecamatan Koja. Setiap toren memiliki kapasitas 600 liter untuk menunjang kebutuhan air harian warga.
Menurut Arif, tekanan air di wilayah Koja saat ini masih berada di angka 0,63, sementara kondisi infrastruktur pipa belum sepenuhnya mendukung distribusi normal. Sejumlah jaringan pipa yang ada bahkan merupakan infrastruktur lama yang perlu diperbaiki.
Selain kendala teknis, tantangan juga datang dari dampak cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang berpotensi memengaruhi ketersediaan air.
PAM Jaya menetapkan Jakarta Utara dan Jakarta Barat sebagai wilayah prioritas perbaikan. Meski distribusi air sudah berjalan, masih terdapat sejumlah titik dengan tekanan air yang belum optimal dan tengah dalam proses pembenahan.
Untuk wilayah Koja, sebanyak 320 unit toren air telah disalurkan. Sementara total distribusi di Jakarta Utara dan Jakarta Barat mencapai 620 unit.
Ke depan, PAM Jaya berencana meningkatkan alokasi toren air dari 2.000 menjadi 3.000 unit sebagai langkah mitigasi menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan. Program ini akan terus dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Arif juga mengajak masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan LMK, untuk berperan aktif dalam mengawasi penggunaan toren agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Sementara itu, wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat dinilai memiliki kondisi distribusi air yang relatif lebih baik. (agn)
