AHY Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo

AHY dorong pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo untuk perluas akses pendidikan gratis dan putus kemiskinan antargenerasi.

Sabtu, 25 April 2026 - 15:00 WIB
AHY Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo
Menko Infrastruktur AHY meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Wonolopo, Kabupaten Kulon Progo. Foto: Kemenko Infrastruktur for Hallonews

HALLONEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Wonolopo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (24/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, AHY menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan akses pendidikan yang berkualitas dan inklusif.

“Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai solusi jangka panjang. Bukan hanya menghadirkan fasilitas pendidikan, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang lengkap dan inklusif. Kita ingin proyek ini tuntas dengan kualitas yang baik,” ujarnya.

Sekolah Rakyat di Kulon Progo menjadi satu-satunya proyek yang tengah dibangun di wilayah DIY. Kompleks pendidikan ini berdiri di atas lahan sekitar 7,1 hektare dan dirancang sebagai kawasan terintegrasi yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Fasilitas yang disiapkan meliputi ruang kelas, asrama, kantin, sarana olahraga, lapangan sepak bola, hingga lapangan basket.

Program ini merupakan bagian dari tahap kedua pembangunan Sekolah Rakyat secara nasional yang mencakup 104 lokasi di berbagai daerah. Pemerintah berharap program ini dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Hingga saat ini, progres pembangunan di Kulon Progo telah mencapai 38,9 persen. AHY menyebut terdapat deviasi sekitar 2 hingga 3 persen dari target awal, namun masih dapat dikejar melalui percepatan pekerjaan yang tengah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan pihak kontraktor.

Sebanyak 864 tenaga kerja telah dikerahkan di lapangan, dengan kemungkinan penambahan sesuai kebutuhan. Penggunaan alat berat juga terus dioptimalkan untuk mempercepat proses konstruksi.

Dengan total anggaran sekitar Rp214 miliar, sekolah ini ditargetkan mampu menampung hingga 1.080 siswa. Seluruh kebutuhan pendidikan akan ditanggung pemerintah, mulai dari biaya sekolah, makan, pakaian, hingga perlengkapan belajar.

AHY menilai konsep tersebut akan membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa beban biaya.

“Kita ingin mencetak generasi unggul yang berprestasi dan memiliki masa depan lebih baik. Ini adalah salah satu upaya memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Selain manfaat sosial, pembangunan Sekolah Rakyat juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Keterlibatan tenaga kerja lokal serta peningkatan aktivitas UMKM dan jasa pendukung diyakini mampu menggerakkan perekonomian daerah.

“Pembangunan ini harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar, baik melalui lapangan kerja maupun penguatan ekonomi lokal,” tambah AHY.

Ia pun mengingatkan seluruh pihak untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai target tanpa mengabaikan kualitas dan keselamatan kerja.

“Kita tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan. Ini harus dijaga hingga proyek selesai,” pungkasnya. (agn)