Pria Mengamuk di KRL Arah Bogor, Korban Dugaan Pelecehan Angkat Bicara
Video pria mengamuk di KRL arah Bogor viral, korban klaim alami pelecehan dan KAI beri penjelasan.

HALLONEWS.ID – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria mengamuk di dalam KRL Commuter Line arah Bogor viral di media sosial. Insiden tersebut diduga dipicu oleh dugaan pelecehan seksual yang dialami korban.
Peristiwa itu terjadi di dalam rangkaian KRL pada Kamis (23/4/2026). Dalam rekaman video, korban tampak emosi dan menuding seorang pria lain sebagai pelaku pelecehan.
“Turun lo, turun! Dia ngelecehin gue,” teriak korban dalam video yang beredar.
Pria yang dituduh pun langsung membantah tudingan tersebut. “Enggak bang, enggak bang,” jawabnya.
Situasi di dalam kereta sempat memanas. Sejumlah penumpang terlihat mengerubungi keduanya hingga petugas keamanan turun tangan untuk meredakan ketegangan.
Petugas kemudian mengevakuasi kedua pihak dan meminta mereka turun di stasiun terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Dalam proses tersebut, sempat terjadi kontak fisik ketika korban meluapkan emosinya.
Setelah video viral, korban yang diketahui bernama Ilham Wirakus memberikan klarifikasi melalui media sosial.
Ia mengaku mengalami pelecehan oleh sesama penumpang dan telah menahan diri selama beberapa stasiun sebelum akhirnya bereaksi.
Menurut Ilham, tindakan tersebut terjadi berulang hingga ia memastikan kejadian itu selama sekitar lima stasiun perjalanan.
Ia juga menyebut bagian tubuh sensitifnya menjadi sasaran tindakan tidak pantas tersebut.
Peristiwa ini memicu beragam reaksi publik. Sejumlah warganet menyoroti penanganan petugas yang dinilai perlu lebih sensitif terhadap korban, termasuk dalam kasus pelecehan yang melibatkan laki-laki.
Menanggapi hal tersebut, pihak KAI Commuter menyatakan bahwa kejadian telah ditangani oleh petugas di Stasiun Pasar Minggu.
“Kedua pihak telah diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di pos keamanan stasiun,” demikian keterangan resmi KAI Commuter yang dikutip pada Sabtu (25/4/2026).
KAI Commuter juga menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang dengan melakukan patroli rutin serta memberikan imbauan selama perjalanan.
Selain itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kejadian mencurigakan agar situasi di dalam kereta tetap kondusif. (opy)
