Maut Bekasi! Menhub Panggil Green SM Usai Tabrakan Argo Bromo-KRL
Kemenhub panggil perusahaan taksi Green SM yang diduga terlibat insiden tabrakan kereta di Bekasi yang menewaskan 15 orang.

HALLONEWS.ID – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berencana memanggil pengelola Green SM Indonesia menyusul dugaan keterlibatan salah satu armadanya dalam rangkaian peristiwa yang memicu kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Pemanggilan ini menjadi bagian dari langkah awal evaluasi pemerintah sembari menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Insiden tersebut diketahui menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan penumpang.
Dudy menyampaikan telah meminta jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk segera berkoordinasi dengan operator taksi listrik tersebut.
“Saya sudah minta Dirjen untuk bertemu pengelola taksi itu guna evaluasi. Mudah-mudahan bisa dilakukan hari ini,” ujar Dudy saat meninjau lokasi kejadian, Selasa (28/4/2026).
Meski demikian, Kementerian Perhubungan menegaskan belum akan menarik kesimpulan terkait penyebab kecelakaan sebelum hasil investigasi teknis dari KNKT diumumkan. Semua pihak yang diduga terkait, termasuk operator taksi, tetap akan dimintai keterangan.
Peristiwa ini diduga bermula dari sebuah taksi listrik milik Green SM yang berhenti di perlintasan sebidang kawasan Bulak Kapal. Kendaraan tersebut kemudian tertabrak KRL yang melaju menuju Jakarta, sehingga menyebabkan rangkaian kereta terganggu dan berhenti di lintasan.
Tak lama berselang, KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah belakang menabrak KRL tersebut, memicu tabrakan besar. Dampaknya, lokomotif kereta jarak jauh itu bahkan merangsek hingga ke gerbong belakang KRL, termasuk gerbong khusus wanita.
Di sisi lain, Green SM Indonesia telah menyampaikan pernyataan resmi lanjutan terkait insiden tersebut. Perusahaan menyampaikan belasungkawa kepada para korban serta memastikan tengah berkoordinasi dengan pihak berwenang.
“Insiden ini masih dalam proses investigasi, sehingga belum ada kesimpulan resmi. Kami terus mendukung penyelidikan dengan memberikan data yang dibutuhkan,” tulis manajemen Green SM.
Sebelumnya, dalam pernyataan awal, perusahaan hanya mengonfirmasi keterlibatan salah satu unit kendaraannya tanpa menyampaikan pernyataan duka.
Kecelakaan ini kini menjadi sorotan nasional dan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan, baik di sektor perkeretaapian maupun transportasi darat di titik perlintasan sebidang. (agn)
