Usai Tragedi Maut, KAI Siapkan Tugu Peringatan di Stasiun Bekasi Timur

KAI akan membangun tugu peringatan di Stasiun Bekasi Timur untuk mengenang korban tabrakan maut 27 April 2026, di tengah duka dan lautan bunga dari masyarakat.

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:41 WIB
Usai Tragedi Maut, KAI Siapkan Tugu Peringatan di Stasiun Bekasi Timur
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin menaruh bunga di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Foto/Hallonews

HALLONEWS.ID – Suasana duka masih menyelimuti Stasiun Bekasi Timur sepekan setelah tabrakan maut antar kereta. PT Kereta Api Indonesia memastikan akan membangun tugu peringatan untuk mengenang para korban kecelakaan 27 April 2026.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin memastikan monumen tersebut akan dibangun untuk mengenang para korban kecelakaan kereta yang terjadi pada Senin 27 April 2026. proses pembangunan tugu akan segera dimulai dalam waktu dekat.

Menurut dia, tugu itu diharapkan menjadi pengingat kolektif atas tragedi yang merenggut nyawa dan melukai puluhan orang. Di saat yang sama, ia juga menaruh perhatian pada ratusan buket bunga yang memenuhi area stasiun sebagai bentuk duka dari masyarakat.

“Kalau bisa dipertahankan selama mungkin. Tadi saya minta disiram supaya tidak cepat layu,” ujar Bobby saat meninjau lokasi di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (5/5/2026).

Sepekan pascakejadian, suasana haru masih terasa di lantai dua stasiun. Ratusan karangan bunga berjejer, berisi doa dan pesan simpati dari pengguna KRL maupun warga. Area tersebut berubah menjadi ruang refleksi spontan bagi publik yang datang silih berganti.

Salah satu warga, Ida, mengaku menyempatkan diri untuk berdoa di antara karangan bunga sebelum melanjutkan perjalanan. Ia berharap para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

“Semoga mereka diterima, diampuni dosa-dosanya. Mereka pejuang keluarga,” katanya.

Tragedi ini bermula ketika KRL relasi Cikarang–Jakarta menabrak sebuah taksi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu. Insiden itu menyebabkan rangkaian KRL lain tertahan di jalur.

Dalam kondisi tersebut, KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya kemudian menghantam rangkaian KRL yang tidak bergerak. Tabrakan beruntun pun tak terhindarkan. 16 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 91 lainnya mengalami luka-luka. (dul)