Waspada Hantavirus dari Kapal Pesiar, Menkes Siapkan Skrining Ketat di Indonesia

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyiapkan sistem skrining hantavirus setelah wabah di kapal pesiar MV Hondius menewaskan tiga orang dan diduga menular antarmanusia.

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:35 WIB
Waspada Hantavirus dari Kapal Pesiar, Menkes Siapkan Skrining Ketat di Indonesia
Budi Gunadi Sadikin menyebut pemerintah memperkuat sistem skrining untuk mengantisipasi masuknya hantavirus ke Indonesia. Foto Kemenkes for Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah Indonesia mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hantavirus setelah muncul wabah di kapal pesiar mewah MV Hondius yang dilaporkan menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan World Health Organization (WHO) guna memperkuat sistem deteksi dini dan skrining di Indonesia.

“Virus ini cukup berbahaya, jadi kami sudah berkoordinasi dengan WHO untuk mendapatkan panduan dalam melakukan skrining,” ujar Budi di Gedung Prof. Sujudi Kemenkes RI, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi sementara, penyebaran virus masih terkonsentrasi di kapal pesiar tersebut dan belum meluas ke wilayah lain.

Pemerintah kini menyiapkan perangkat skrining guna mempercepat deteksi kasus, termasuk kemungkinan penggunaan rapid test maupun reagen PCR seperti saat penanganan pandemi COVID-19.

“Yang kita lakukan adalah memastikan sistem skrining tersedia, baik dalam bentuk rapid test maupun reagen PCR,” katanya.

Budi menambahkan, Indonesia saat ini dinilai lebih siap menghadapi ancaman penyakit menular karena infrastruktur laboratorium PCR sudah tersebar di berbagai daerah.

“Kita sudah memiliki banyak mesin dan reagen PCR, sehingga deteksi virus seperti ini seharusnya lebih mudah dilakukan,” jelasnya.

Sebelumnya, WHO melaporkan satu kasus baru hantavirus di Swiss yang berkaitan dengan wabah di kapal pesiar MV Hondius. Kasus tersebut ditemukan pada seorang penumpang yang menjalani pemeriksaan di rumah sakit Zurich.

Hingga Rabu (6/5/2026), WHO mencatat terdapat delapan kasus suspek hantavirus dan tiga di antaranya telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

WHO menyebut varian yang ditemukan adalah Andes hantavirus, salah satu jenis hantavirus yang dalam kasus langka dapat menular antarmanusia.

Organisasi tersebut juga menyatakan tengah bekerja sama dengan sejumlah negara untuk melakukan pelacakan kontak internasional guna mencegah penyebaran lebih lanjut. (*)