ASEAN Diminta Tetap Solid Hadapi Gejolak Global, RI Dorong Ketahanan Pangan dan Energi

Mendag Budi Santoso meminta ASEAN tetap terbuka dan tangguh menghadapi gejolak global. Indonesia mendorong penguatan ketahanan pangan, energi, dan perdagangan intra-ASEAN.

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:56 WIB
ASEAN Diminta Tetap Solid Hadapi Gejolak Global, RI Dorong Ketahanan Pangan dan Energi
Kemendag for Hallonews Foto : Mendag Budi Santoso menyatakan pentingnya menjaga keterbukaan dan ketahanan kawasan ASEAN.

HALLONEWS.ID – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menegaskan pentingnya menjaga keterbukaan dan ketahanan kawasan ASEAN di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat tensi geopolitik dan gangguan rantai pasok dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi Santoso saat menghadiri Pertemuan Gabungan Menteri Luar Negeri dan Menteri Ekonomi ASEAN (AMM-AEM Meeting) dalam rangkaian KTT ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026).

Dalam forum itu, Indonesia menilai sinergi antara sektor ekonomi dan politik di kawasan menjadi faktor penting agar ASEAN mampu merespons tekanan global secara cepat, terukur, dan kolektif.

“ASEAN perlu menunjukkan kepada komunitas bisnis dan dunia internasional bahwa kawasan ini tetap terbuka, tangguh, dan mampu menjaga stabilitas perdagangan serta rantai pasok di tengah ketidakpastian geopolitik global,” ujar Budi Santoso.

Pertemuan tersebut turut membahas kondisi ekonomi global dan regional, termasuk dampak konflik di Timur Tengah terhadap stabilitas kawasan ASEAN. Mendag didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Johni Martha.

Dalam kesempatan itu, Indonesia mendorong penguatan kerja sama ketahanan pangan dan energi sebagai agenda prioritas ASEAN. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan produksi, menjaga pasokan, dan mempertahankan kelancaran perdagangan barang-barang strategis di kawasan.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga mengusulkan diversifikasi sumber energi, penguatan sistem peringatan dini (early warning system), serta peningkatan pertukaran informasi antarnegara anggota ASEAN guna mengantisipasi potensi krisis pangan dan energi di masa mendatang.

Indonesia juga menekankan pentingnya memperkuat perdagangan intra-ASEAN melalui percepatan ratifikasi Second Protocol to ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA).

Menurut Budi Santoso, penguatan perdagangan di dalam kawasan menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga stabilitas distribusi pangan, energi, dan kebutuhan pokok masyarakat di tengah meningkatnya fragmentasi ekonomi global.

“Penguatan perdagangan intra-ASEAN dan fasilitasi perdagangan menjadi instrumen penting untuk menjaga kelancaran arus pangan, energi, dan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat kawasan,” kata dia. (agn)