Makkah Route Permudah Jemaah Haji, Imigrasi Surabaya Bongkar Modus Haji Ilegal
Imigrasi Surabaya mempercepat layanan haji melalui Makkah Route sekaligus menggagalkan 18 calon jemaah haji nonprosedural.

HALLONEWS.ID – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto mengatakan pihaknya memperkuat pelayanan keimigrasian dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Menurutnya, salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penerapan layanan Makkah Route di Embarkasi Surabaya, Jawa Timur untuk mempercepat proses keberangkatan jemaah menuju Tanah Suci.
“Program hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi itu memungkinkan pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi dilakukan langsung di Embarkasi Surabaya, Jawa Timur,” ujarnya pada Senin (18/5/2026).
“Dengan sistem tersebut, para jemaah tidak lagi menjalani pemeriksaan imigrasi setibanya di Arab Saudi sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman dan efisien,” imbuhnya.
Agus menjelaskan, hingga Minggu, 17 Mei 2026, proses pemberangkatan calon jemaah haji Indonesia melalui Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur berlangsung aman dan lancar.
“Sejak keberangkatan Kloter 1 pada 22 April 2026 hingga Kloter 99 pada 17 Mei 2026, tercatat sebanyak 37.179 calon jemaah haji telah diterbangkan menuju Arab Saudi melalui Embarkasi Surabaya,” jelasnya.
Lanjutnya, seluruh tahapan pelayanan, mulai dari pemeriksaan dokumen perjalanan, penerapan cap keluar, hingga clearance keberangkatan berjalan tertib berkat dukungan layanan Makkah Route serta koordinasi lintas instansi yang terjalin kuat.
Di tengah upaya memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah resmi, Imigrasi Surabaya juga meningkatkan pengawasan terhadap potensi keberangkatan calon jemaah haji nonprosedural.
Dalam periode 1 hingga 8 Mei 2026, petugas berhasil menggagalkan keberangkatan 18 Warga Negara Indonesia yang diduga akan menunaikan ibadah haji melalui jalur ilegal.
Dari jumlah tersebut, terdapat 8 laki-laki dan 10 perempuan yang berasal dari berbagai daerah seperti Bangkalan, Sampang, Banjarmasin, Kuala Kapuas, Semarang, Gunungkidul, hingga Bone.
“Para calon jemaah nonprosedural itu diduga menggunakan berbagai cara untuk mengelabui petugas,” kata dia.
“Ada yang berpura-pura hendak berwisata ke Malaysia, sementara lainnya mengaku akan kembali bekerja di Arab Saudi menggunakan iqomah dan visa kerja,” tambahnya.
Ia menuturkan, petugas juga menemukan beberapa calon jemaah mengaku telah mengeluarkan biaya fantastis, mulai dari Rp200 juta hingga Rp290 juta kepada pihak tertentu untuk pengurusan tiket, hotel, visa, tasreh, hingga nusuk.
Dalam salah satu kasus, petugas mendapati seorang penumpang yang telah masuk daftar Subject of Interest (SOI) dan sebelumnya pernah ditunda keberangkatannya di Bandara Soekarno-Hatta karena dugaan serupa.
“Penerapan Makkah Route menjadi bentuk pelayanan yang mengutamakan kemudahan dan kenyamanan jemaah. Kami memastikan seluruh proses berjalan cepat, tepat, dan tetap mengedepankan keamanan,” tukasnya.
Selain itu, untuk memastikan seluruh proses berjalan optimal, Imigrasi Surabaya terus memperkuat koordinasi bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Kementerian Agama RI, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, otoritas bandara, serta sejumlah instansi terkait lainnya. (fer)
