BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Mulai Cair, Sejumlah KPM Terima Bantuan Dobel BPNT dan PKH

Pemerintah mulai mencairkan BPNT tahap 2 tahun 2026 senilai Rp600 ribu per KPM. Sejumlah penerima bansos disebut mendapat tambahan bantuan PKH yang masuk bersamaan ke kartu KKS

Senin, 18 Mei 2026 - 20:00 WIB
BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Mulai Cair, Sejumlah KPM Terima Bantuan Dobel BPNT dan PKH
Bantuan dari pemerintah untuk rakyat disalukran dalam bentuk uang tunai. Foto: Hallonews/Yopy

HALLONEWS.ID – Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia mulai menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua tahun anggaran 2026 kepada jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah di Indonesia.

Pada tahap ini, setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp600 ribu untuk periode April hingga Juni 2026. Penyaluran dilakukan secara bertahap di 514 kabupaten dan kota melalui bank-bank penyalur yang tergabung dalam Himbara.

Menariknya, sejumlah penerima BPNT susulan dilaporkan turut menerima tambahan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang masuk bersamaan ke kartu KKS Merah Putih.

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mendapatkan saldo bantuan lebih besar dibanding pencairan sebelumnya.

Berdasarkan pemantauan sistem SIKS-NG dan laporan dari lapangan, masih terdapat penerima bansos yang belum menerima dana meski status mereka telah berubah menjadi “Berhasil Cek Rekening”.

Status tersebut disebut bukan menandakan bantuan gagal cair, melainkan proses verifikasi rekening telah selesai dan tinggal menunggu tahap penyaluran dana dari bank penyalur.

Sejumlah penerima yang sebelumnya hanya terdaftar sebagai penerima BPNT kini mulai tervalidasi sebagai penerima PKH baru. Sebaliknya, penerima PKH juga ada yang memperoleh tambahan bantuan BPNT.

Pemerintah menjelaskan mekanisme penyaluran dilakukan secara bertahap menggunakan sistem termin bergelombang sehingga pencairan tidak berlangsung serentak di seluruh wilayah.

Penyaluran bansos dilakukan melalui Bank BNI, BRI, Mandiri, hingga Bank Syariah Indonesia (BSI) khusus wilayah Aceh.

Untuk pencairan melalui Bank BNI, sejumlah wilayah yang dilaporkan aktif menerima bantuan di antaranya Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Jember, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Surabaya, Bandung, Bogor, Bekasi, hingga DKI Jakarta.

Sementara penyaluran melalui Bank Mandiri dilaporkan berlangsung di sejumlah daerah seperti Jember, Banyumas, Garut, Pandeglang, Kebumen, serta beberapa wilayah di Sumatera dan Sulawesi.

Adapun pencairan melalui Bank BRI tercatat aktif di wilayah Cianjur, Tasikmalaya, Lombok Timur, Sampang, Bangkalan, hingga Lampung Selatan.

Khusus Provinsi Aceh, penyaluran BPNT dan PKH susulan melalui Bank Syariah Indonesia disebut telah berjalan penuh.

Kementerian Sosial mengimbau masyarakat tidak panik apabila saldo bantuan belum masuk meski daerahnya telah masuk daftar wilayah aktif pencairan.

Pasalnya, distribusi bantuan dilakukan secara bertahap berdasarkan validasi rekening serta kesiapan masing-masing bank penyalur.

Masyarakat juga diminta rutin mengecek saldo bantuan melalui ATM maupun layanan mobile banking guna menghindari antrean panjang di bank atau agen penyalur.

Bagi penerima yang belum menerima bantuan dalam beberapa hari ke depan, pemerintah menyarankan agar segera berkoordinasi dengan pendamping sosial setempat untuk memastikan data di aplikasi SIKS-NG telah sesuai.

Pemerintah menilai pencairan BPNT tahap kedua menjadi salah satu bantalan sosial penting di tengah meningkatnya kebutuhan pokok masyarakat.

Dana bantuan tersebut umumnya dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan pangan seperti beras, telur, minyak goreng, hingga kebutuhan pendidikan anak menjelang tahun ajaran baru.

Pemerintah memastikan penyaluran BPNT dan PKH tahap kedua tahun 2026 masih terus berlangsung dan akan menjangkau jutaan KPM secara bertahap dalam beberapa pekan mendatang.

“Pencairannya bertahap. Ada juga dapat Rp1,5 juta, ada yang Rp750 ribu,” demikian siaran kanal YouTube Diary Bansos yang dikutip wartawan media ini Senin (18/5/2026). (opy)