Rumah Janda di Lebak Ambruk, Warga Bilang Tak Pernah Dapat Perhatian dari Pemerintah
Rumah seorang janda lansia di Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, ambruk dan menimpa anaknya. Warga menyoroti kondisi rumah yang sudah lama rusak dan tak dapat perhatian pemerintah.

HALLONEWS.ID – Sebuah rumah milik Sarmah (70), janda lanjut usia warga Kampung Hambur Tegal, Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, ambruk pada bagian depan bangunan, Jumat (5/6/2026). Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun seorang penghuni rumah mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan material bangunan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, bangunan rumah yang sebagian besar terbuat dari material lama diduga sudah mengalami kerusakan cukup parah sejak beberapa tahun terakhir. Kondisi tiang penyangga, rangka atap, serta dinding bagian depan disebut warga terlihat rapuh dan rawan roboh, terutama saat cuaca ekstrem maupun hujan deras.
Saat kejadian berlangsung, Yati, anak Sarmah, sedang berada di bagian depan rumah. Tanpa tanda-tanda sebelumnya, bagian depan bangunan mendadak runtuh dan menimpa tubuhnya. Beruntung, korban berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka ringan akibat tertimpa puing bangunan.
“Saya sedang berada di depan rumah. Tiba-tiba bangunan langsung roboh dan materialnya menimpa saya. Alhamdulillah hanya luka ringan,” ujar Yati saat ditemui di lokasi.
Suara keras reruntuhan sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga langsung berdatangan untuk memberikan pertolongan dan melakukan evakuasi secara gotong royong. Mereka membersihkan puing-puing bangunan sambil memastikan tidak ada anggota keluarga lain yang masih terjebak di dalam rumah.
Menurut keterangan warga, kondisi rumah milik Sarmah sebenarnya sudah lama menjadi perhatian masyarakat sekitar. Namun keterbatasan ekonomi keluarga membuat perbaikan rumah tidak pernah dilakukan secara menyeluruh.
“Kami sudah lama melihat kondisi rumah ini memprihatinkan. Tiang dan atap depannya terlihat rapuh. Warga khawatir sewaktu-waktu roboh, dan akhirnya benar-benar terjadi,” kata Ade, salah seorang warga setempat.
Peristiwa ini kembali menyoroti masih adanya rumah tidak layak huni yang ditempati warga lanjut usia di wilayah Kabupaten Lebak. Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera melakukan pendataan dan penanganan agar keluarga Sarmah dapat memperoleh bantuan perbaikan rumah maupun bantuan sosial lainnya.
Saat ini, sebagian bangunan rumah sudah tidak dapat ditempati karena dikhawatirkan masih berpotensi mengalami keruntuhan susulan. Sarmah bersama keluarganya terpaksa bertahan dengan kondisi serba terbatas sambil menunggu bantuan dan penanganan lebih lanjut.
Warga berharap musibah yang menimpa keluarga Sarmah tidak hanya menjadi perhatian sesaat, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk mempercepat penanganan rumah-rumah warga kurang mampu yang kondisinya sudah membahayakan keselamatan penghuninya. (esa)
