BNN Bongkar Peredaran 29 Kg Sabu di Bogor, Oknum TNI Ikut Diamankan
BNN mengungkap jaringan narkoba lintas Aceh–Bogor di Parung Panjang dengan barang bukti 29 kilogram sabu. Kawasan Parung Panjang kembali disorot sebagai wilayah rawan peredaran narkotika.

HALLONEWS.ID — Wilayah Parung Panjang, Kabupaten Bogor, kembali menjadi perhatian aparat penegak hukum setelah dijadikan lokasi transaksi narkoba jaringan lintas provinsi.
Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap pengiriman sabu seberat 29 kilogram yang diduga berasal dari Aceh dan akan diedarkan ke kawasan Jabodetabek.
Pengungkapan kasus ini menambah daftar panjang kerawanan peredaran narkotika di kawasan penyangga ibu kota tersebut.
Letak geografis yang strategis serta akses transportasi yang mudah membuat sejumlah wilayah di Parung Panjang kerap dimanfaatkan jaringan narkoba sebagai titik transit maupun distribusi.
Operasi pengungkapan dilakukan tim gabungan BNN pada Selasa dini hari.
Petugas melakukan pemantauan terhadap kendaraan yang dicurigai membawa narkotika dari jalur Sumatera menuju Pulau Jawa.
Tim BNN kemudian membuntuti para pelaku hingga tiba di area parkir sebuah minimarket di Parung Panjang.
Saat para tersangka mulai menurunkan barang dari kendaraan, petugas langsung melakukan penindakan cepat melalui operasi raid, planning, dan execution (RPE).
Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan tiga tersangka berinisial TA, Y, dan I. Salah satu pelaku diketahui merupakan oknum anggota TNI yang diduga ikut mengawal sekaligus membawa barang haram tersebut.
Petugas menemukan 29 bungkus sabu kemasan teh China berwarna hijau yang disimpan di bagian belakang mobil Mitsubishi Pajero.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Pemberantasan BNN, Brigjen Roy Hardi Siahaan, mengatakan kasus ini terungkap setelah pihaknya memantau pergerakan pelaku pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
“Total berat barang bukti diperkirakan mencapai 29 kilogram,” kata Roy kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).
Menurut Roy, narkotika tersebut dikirim dari Langsa menuju Jabodetabek melalui jalur darat dan penyeberangan Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.
Setelah tiba di Bogor, kendaraan target sempat berhenti di Parung Panjang sebelum para pelaku bergerak menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Namun, seluruh tersangka lebih dahulu diamankan aparat.
“Para pelaku dibuntuti di parkiran sebuah minimarket di Parung Panjang, Bogor. Ada tiga orang tersangka, dua warga sipil dan satu oknum TNI,” ujarnya dalam jumpa pers di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur.
Kasus ini menunjukkan Parung Panjang masih menjadi wilayah yang rentan dimanfaatkan sindikat narkoba.
Posisi kawasan yang terhubung dengan jalur distribusi menuju Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya membuat daerah ini kerap dijadikan titik pertemuan maupun lokasi perpindahan barang ilegal.
BNN menegaskan akan terus memperkuat pengawasan dan patroli intelijen di wilayah-wilayah rawan guna memutus jaringan peredaran narkotika.
Aparat juga masih melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.
Seluruh tersangka kini menjalani pemeriksaan intensif di kantor BNN untuk proses hukum dan pengembangan kasus lebih lanjut.
“Kami periksa dan benar yang bersangkutan merupakan oknum anggota TNI.
Keterlibatannya, dia ikut langsung berada di dalam mobil Pajero tersebut. Sehingga kami simpulkan yang bersangkutan berperan sebagai pengedar, membawa barang dari Langsa menuju Bogor yang disimpan di kompartemen belakang kendaraan,” tegas Roy. (opy)
