Dipangkas! Distribusi MBG Kini Cuma 5 Hari demi Hemat Anggaran
BGN mulai efisiensi Program MBG dengan memangkas distribusi makan gratis menjadi 5 hari sekolah dan menyesuaikan jumlah penerima agar tak terjadi pemborosan anggaran.

HALLONEWS.ID – Pemerintah mulai menerapkan langkah efisiensi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari penyesuaian anggaran nasional yang mencapai Rp268 triliun. Kebijakan tersebut salah satunya dilakukan dengan mengurangi hari distribusi makanan kepada peserta didik atau siswa sekolah.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (Waka BGN), Sonny Sanjaya, mengatakan penyesuaian mekanisme program dilakukan agar penggunaan anggaran lebih efektif sekaligus menghindari pemborosan makanan di lapangan..
Menurut Sonny, sebelumnya distribusi MBG dilakukan selama enam hari dalam sepekan. Namun kini program hanya dijalankan selama lima hari mengikuti aktivitas belajar siswa di sekolah.
“Dulu hari keenam masih ada pengiriman dalam bentuk bundling, sekarang sudah tidak lagi. Prinsipnya MBG diberikan saat siswa berada di sekolah,” ujar Sonny kepada wartawan usai mengunjungi SMAN 28 Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan kebijakan tersebut menjadi bagian dari implementasi efisiensi anggaran pemerintah tanpa mengurangi tujuan utama program pemenuhan gizi bagi pelajar.
Selain pengurangan hari distribusi, BGN juga mulai melakukan penyesuaian jumlah penerima makanan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Langkah itu dilakukan agar makanan yang diproduksi tidak terbuang sia-sia.
Sonny mengatakan sebelumnya jumlah makanan yang dikirim kerap disesuaikan dengan total data penerima. Namun dalam praktiknya, tidak semua siswa mengonsumsi makanan yang disediakan sehingga berpotensi menimbulkan pemborosan.
Karena itu, pihak sekolah kini diminta mendata siswa yang benar-benar bersedia menerima MBG sebelum distribusi dilakukan.
“Jangan sampai mubazir karena dipaksakan. Misalnya disiapkan 750 porsi, ternyata banyak yang tidak mau. Sekarang didata dulu siapa yang memang tidak menerima, jadi tidak dikirim,” katanya.
BGN menilai langkah tersebut dapat membuat distribusi makanan lebih tepat sasaran sekaligus menjaga efisiensi penggunaan anggaran program MBG di berbagai daerah.
Meski dilakukan penyesuaian, pemerintah memastikan program MBG tetap berjalan sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi dan kesehatan anak sekolah di Indonesia. (agn)
