Ini Kronologi Resmi Kemenhub soal Tragedi Argo Bromo Angrek vs KRL di Bekasi Timur

Kemenhub mengungkap kronologi lengkap tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang, bermula dari taksi mogok di rel.

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:30 WIB
Ini Kronologi Resmi Kemenhub soal Tragedi Argo Bromo Angrek vs KRL di Bekasi Timur
Dok Hallonews/Abdullah M foto : Petugas mengevakuasi korban kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

HALLONEWS.ID – Tragedi tabrakan antara Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 menjadi salah satu kecelakaan kereta paling mematikan di Jabodetabek dalam beberapa tahun terakhir.

Kecelakaan itu menewaskan 16 orang dan melukai puluhan penumpang. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pun membeberkan kronologi lengkap insiden maut tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI.

Berikut 5 fakta penting kronologi kecelakaan maut di Bekasi Timur:

1. KRL dan KA Sawunggalih Alami Keterlambatan

Pergerakan kereta di lintasan Bekasi sebenarnya sudah mengalami gangguan sejak awal malam.
Pada pukul 20.34 WIB, KRL 5568A relasi Jakarta-Cikarang tiba lebih awal satu menit di Stasiun Bekasi.

Tak lama berselang, KA Sawunggalih 116B tiba dalam kondisi terlambat lima menit dari jadwal. Menurut Menhub, KA Sawunggalih kemudian diberangkatkan kembali pukul 20.37 WIB dan melintas di Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.39 WIB.

2. Taksi Hijau Mogok Ditabrak KRL

Situasi berubah kacau saat sebuah taksi listrik berwarna hijau mogok di tengah perlintasan sebidang kawasan Bekasi Timur. Pada pukul 20.48 WIB, KRL 5181B relasi Cikarang-Jakarta melintas dan menghantam kendaraan tersebut.

Benturan itu memicu kepanikan warga sekitar. Banyak orang kemudian berkerumun di dekat rel untuk melihat lokasi kecelakaan pertama. “Timbul kerumunan warga yang melihat lokasi temperan tersebut,” kata Dudy.

3. KRL Cikarang Terhenti karena Kerumunan Warga

Di saat bersamaan, KRL 5568A relasi Jakarta-Cikarang berangkat dari Stasiun Bekasi menuju Bekasi Timur pada pukul 20.45 WIB. Kereta itu tiba di Stasiun Bekasi Timur pukul 20.49 WIB dalam kondisi terlambat sembilan menit.

KRL sempat berjalan meninggalkan stasiun. Namun perjalanan mendadak dihentikan karena adanya kerumunan warga di jalur depan akibat insiden taksi tertabrak KRL. Kondisi tersebut membuat rangkaian KRL berhenti cukup lama di jalur aktif.

4. KA Argo Bromo Melaju 108 Km/Jam

Beberapa menit kemudian, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya melintas dari arah belakang. Menurut Menhub, kereta jarak jauh tersebut melintasi Stasiun Bekasi pukul 20.51 WIB atau lebih cepat tiga menit dari jadwal dengan kecepatan mencapai 108 kilometer per jam.

Dalam waktu singkat, KA Argo Bromo Anggrek akhirnya menghantam KRL 5568A yang masih berhenti di sekitar Stasiun Bekasi Timur. “Tumburan terjadi pada pukul 20.52 WIB,” kata Dudy.

5. Seluruh Korban Penumpang KRL

Tabrakan keras itu menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan sekitar 90 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban diketahui berasal dari penumpang KRL Commuter Line, sementara penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.

Pemerintah hingga kini masih menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan penyebab utama kecelakaan.

Menurut Dudy, hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar evaluasi besar terhadap sistem keselamatan perkeretaapian nasional agar tragedi serupa tidak kembali terulang. (dul)