Sempat Ditahan Israel, 9 Aktivis dan Jurnalis RI Pulang Hari Ini

Sempat ditahan Israel, sembilan WNI dan jurnalis dalam misi kemanusiaan Gaza bakal dipulangkan ke Indonesia hari ini.

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:40 WIB
Sempat Ditahan Israel, 9 Aktivis dan Jurnalis RI Pulang Hari Ini
Kemenlu RI for Hallonews foto : Jubir Kemenlu RI, Yvonne Mewengkang menyatakan rombongan WNI misi ke Gaza akan diterbangkan dari Turki menuju Indonesia setelah proses pembebasan dan administrasi.

HALLONEWS.ID – Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan menuju Gaza dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Minggu (24/5/2026) sore.

Mereka sebelumnya sempat ditahan otoritas Israel saat mengikuti pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) bersama ratusan aktivis internasional lainnya.

Kepulangan para aktivis dan jurnalis tersebut dikonfirmasi Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang. Menurut dia, rombongan akan diterbangkan dari Turki menuju Indonesia setelah proses pembebasan dan administrasi selesai dilakukan.

“Mereka direncanakan tiba Minggu sore,” ujar Yvonne saat dikonfirmasi Hallonews, Minggu (24/5/2026).

Berdasarkan jadwal, rombongan diperkirakan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, sekitar pukul 16.00 WIB.

Duta Besar RI untuk Turki, Rizal Achmad Purnomo, menjelaskan seluruh WNI yang sebelumnya ditahan akan menjalani sejumlah prosedur sebelum dipulangkan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, visum, hingga pengambilan keterangan terkait insiden yang mereka alami selama penahanan.

“Seluruh proses administratif sedang diselesaikan dan para WNI akan segera dipulangkan setelah tahapan tersebut tuntas,” kata Rizal.

Kesembilan WNI yang terlibat dalam misi tersebut berasal dari berbagai organisasi kemanusiaan dan media nasional. Mereka di antaranya Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV, Rahendro Herubowo dari tim media GPCI, Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, Herman Budianto Sudarno dan Ronggo Wirosanu dari Dompet Dhuafa, serta Hendro Prasetyo dan Asad Aras Muhammad dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Mereka merupakan bagian dari lebih dari 300 delegasi dari 45 negara yang berlayar menuju Gaza melalui jalur Laut Mediterania dalam rangka misi solidaritas kemanusiaan untuk Palestina.

Namun, rombongan tersebut dihentikan dan diamankan aparat Israel di tengah perjalanan sebelum mencapai wilayah Gaza.

Sejumlah peserta asal Indonesia mengaku mengalami perlakuan keras selama berada dalam tahanan. Beberapa di antaranya disebut mengalami kekerasan fisik, mulai dari pemukulan hingga dugaan penyiksaan menggunakan setrum listrik.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus melakukan pendampingan terhadap para WNI sejak penahanan berlangsung hingga proses pemulangan dilakukan. (agn)