Pemkot Bogor Siapkan Normalisasi Drainase di Sejumlah Titik Rawan Banjir

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan penanganan drainase menjadi prioritas untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di sejumlah titik rawan banjir.

Senin, 25 Mei 2026 - 10:44 WIB
Pemkot Bogor Siapkan Normalisasi Drainase di Sejumlah Titik Rawan Banjir
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memantau sumber banjir di Kota Bogor. Humas Pemkot Bogor for Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan langkah penanganan melalui normalisasi drainase di sejumlah titik rawan banjir lintasan usai hujan deras berintensitas tinggi melanda Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan penanganan drainase menjadi prioritas untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang masih berpotensi terjadi.

“Antisipasi perubahan cuaca dan hujan dengan curah hujan ekstrem sudah menjadi keharusan. Saya meminta seluruh aparatur di wilayah untuk siap melakukan mitigasi, pemetaan, dan langkah antisipasi di titik-titik rawan,” ujar Dedie, Senin (25/5/2026).

Salah satu lokasi yang menjadi prioritas penanganan adalah saluran drainase di Jalan Dadali. Kondisi saluran yang mengalami penyempitan dan sedimentasi membuat air limpasan tidak mampu mengalir optimal ke drainase di bawah trotoar.

Selain itu, keberadaan pedagang tanaman hias di atas trotoar turut menjadi kendala dalam proses normalisasi saluran.

Camat Tanah Sareal, Rokib, telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar tidak lagi berjualan di area tersebut karena lokasi itu akan digunakan untuk pembongkaran saluran lama.

Titik lain yang mendapat perhatian ialah Perumahan Yasmin Sektor 6. Saluran drainase yang tersumbat sampah menyebabkan debit air meningkat hingga menjebol dinding pembatas antara kawasan perumahan dan jalur protokol.

Pemkot Bogor juga memprioritaskan perbaikan drainase di sepanjang Jalan Kapten Yusuf, Cikaret.

Penanganan di lokasi tersebut membutuhkan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor karena saluran drainase berasal dari wilayah hulu di Tamansari dan Ciapus.

Dedie menegaskan penanganan drainase dan mitigasi banjir harus dilakukan secara kolaboratif agar dampak banjir lintasan dapat diminimalkan. (opy)