Puncak Haji 2026 Resmi Dimulai, Jemaah Diimbau Jangan Terpisah dari Rombongan

Puncak ibadah haji 2026 mulai berlangsung. Jemaah haji Indonesia diberangkatkan bertahap menuju Arafah dengan pengamanan dan layanan Armuzna yang diperketat.

Senin, 25 Mei 2026 - 11:46 WIB
Puncak Haji 2026 Resmi Dimulai, Jemaah Diimbau Jangan Terpisah dari Rombongan
Jemaah diimbau tidak membawa barang berlebihan seperti koper besar, uang tunai dalam jumlah banyak, maupun perhiasan mencolok. Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah mulai memberangkatkan jemaah haji Indonesia menuju Arafah pada Senin, 25 Mei 2026, sebagai bagian dari rangkaian puncak ibadah haji atau fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Pergerakan jemaah dilakukan secara bertahap dari hotel-hotel di Makkah menuju Arafah dalam tiga gelombang keberangkatan, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Maria Assegaff mengatakan seluruh jemaah diminta disiplin mengikuti jadwal dan arahan petugas demi kelancaran proses mobilisasi.

“Jemaah diimbau tetap bersama rombongan, tidak bergerak sendiri, dan mengikuti arahan petugas agar proses keberangkatan berjalan aman dan tertib,” ujar Maria dalam keterangannya.

Menurutnya, fase Armuzna merupakan tahapan paling penting sekaligus paling padat selama pelaksanaan ibadah haji. Karena itu, seluruh layanan dipastikan dalam kondisi siap, mulai dari tenda, transportasi, konsumsi, layanan kesehatan, hingga perlindungan jemaah.

Sejak Minggu, 24 Mei 2026, petugas Satuan Tugas Arafah telah lebih dahulu diberangkatkan untuk melakukan pengecekan akhir di seluruh titik layanan.

Kementerian juga mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik menjelang wukuf di Arafah. Jemaah diminta cukup istirahat, memperbanyak minum air, makan teratur, dan membawa perlengkapan seperlunya.

Beberapa barang penting yang disarankan untuk dibawa antara lain kartu identitas jemaah, gelang identitas, obat pribadi, masker, botol minum, perlengkapan ibadah, hingga alas kaki yang nyaman.

Selain itu, jemaah diimbau tidak membawa barang berlebihan seperti koper besar, uang tunai dalam jumlah banyak, maupun perhiasan mencolok.

Maria juga meminta seluruh jemaah dan petugas saling membantu, khususnya terhadap jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan mereka yang mengalami kelelahan selama proses Armuzna.

“Jika ada jemaah yang terlihat kebingungan atau terpisah dari rombongan, segera arahkan kepada petugas terdekat,” katanya.

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) guna memastikan pelaksanaan puncak haji berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia. (min)