Dompet Dhuafa Hadirkan Kurban Unta hingga Sapi Raksasa, Target Sebar 43 Ribu Hewan Kurban
Dompet Dhuafa menghadirkan inovasi kurban Iduladha 1447 H dengan program kurban unta, sapi raksasa hingga distribusi daging kaleng untuk Palestina, serta menargetkan sebar 43 ribu hewan kurban ke pelosok negeri dan wilayah konflik.

HALLONEWS.ID – Dompet Dhuafa kembali menghadirkan inovasi program kurban pada Iduladha 1447 Hijriah.
Tahun ini, lembaga filantropi tersebut menargetkan distribusi 43.000 hewan kurban setara domba-kambing (doka) ke berbagai pelosok Indonesia hingga negara konflik seperti Palestina.
Dalam konferensi pers bertajuk “Dari Satu Pengorbanan Jadi Berlimpah Manfaat” di Jakarta, Minggu (25/5/2026), Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini mengatakan pihaknya terus memperluas manfaat kurban sejak 1994.
Menurutnya, kurban tidak hanya menghadirkan keberkahan bagi penerima manfaat, tetapi juga membantu memperkuat ekonomi peternak lokal dan menjadi bentuk penghambaan kepada Allah SWT.
“Tahun ini kami menghadirkan berbagai terobosan, mulai dari kurban unta, sapi raksasa berbobot lebih dari satu ton melalui program Kurban Express, hingga kurban untuk masyarakat Palestina,” ujar Ahmad Juwaini.
Ia menambahkan, Dompet Dhuafa juga telah menyiapkan fasilitas pengalengan daging kurban di Mesir agar distribusi bantuan untuk Palestina dapat bertahan lebih lama di tengah situasi konflik dan keterbatasan akses kemanusiaan.
Sementara itu, Muhammad Zahron yang baru kembali dari Mesir menjelaskan bahwa proses distribusi bantuan ke Gaza dilakukan melalui wilayah Rafah.
“Kami memilih metode pengalengan agar daging kurban bisa dinikmati masyarakat Palestina dalam jangka waktu lebih panjang,” kata Zahron.
Ketua Kurban 1447 H Dompet Dhuafa, Ali Bastoni menyebut Aceh dan Sumatera menjadi wilayah prioritas distribusi kurban tahun ini karena sebelumnya terdampak bencana.
Bahkan, penjualan hewan kurban untuk wilayah Aceh dan Sumatera Utara diklaim telah habis terjual, sementara kuota Sumatera Barat hampir terpenuhi.
“Kami ingin memastikan distribusi kurban menjangkau daerah pelosok dan wilayah yang membutuhkan. Selain itu, masyarakat juga bisa memilih hewan kurban super besar yang kami hadirkan tahun ini,” ujar Ali Bastoni.
Dalam kesempatan yang sama, komedian senior Indro Warkop turut membagikan pengalamannya mempercayakan kurban melalui Dompet Dhuafa.
Menurutnya, lembaga tersebut memiliki sistem distribusi yang jelas dan mampu menjangkau daerah terpencil hingga luar negeri seperti Myanmar.
“Saya percaya Dompet Dhuafa menjalankan amanah kurban dengan tanggung jawab yang kuat dan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan,” ungkap Indro.
Selain membahas program kurban, konferensi pers juga menghadirkan kisah dua relawan Global Sumud Flotilla, yakni Ronggo Wirasanu dan Herman Budianto, yang mengaku mengalami penyiksaan saat menjalankan misi kemanusiaan untuk Palestina.
Keduanya menegaskan perjuangan solidaritas kemanusiaan untuk Palestina harus terus dilanjutkan meski menghadapi berbagai risiko di lapangan.(adv)
