Pengamat Ingatkan Jakarta Terancam Terjebak dalam Siklus Kejahatan Jalanan

Pengamat mengingatkan kejahatan jalanan berpotensi menjadi siklus berkepanjangan jika pemerintah hanya fokus pada penindakan tanpa menyentuh akar persoalan sosial dan ekonomi.

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:36 WIB
Pengamat Ingatkan Jakarta Terancam Terjebak dalam Siklus Kejahatan Jalanan
Alarm Keras untuk Jakarta, Kejahatan Jalanan Tak Bisa Ditangani Setengah Hati. Foto: Hallonews/Feris Pakpahan.

HALLONEWS.ID – Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap kejahatan jalanan, keluarga dinilai masih menjadi benteng paling kuat untuk mencegah seseorang terjerumus ke dunia kriminal.

Pengamat sosial Universitas Indonesia Rissalwan Lubis mengatakan tekanan ekonomi dan pengaruh lingkungan memang dapat mendorong seseorang melakukan tindakan melanggar hukum.

Namun, keputusan akhir tetap berada pada individu yang dibentuk oleh nilai-nilai yang diperoleh dari keluarga.

“Komunikasi yang terbuka, pengawasan yang sehat dan penanaman nilai moral sejak dini mampu menjadi penghalang kuat terhadap berbagai pengaruh negatif,” ujar Rissalwan pada Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, ketika seseorang memiliki tempat untuk berbagi masalah dan memperoleh dukungan emosional, peluang memilih jalan kriminal menjadi lebih kecil.

“Karena itu, upaya menekan kejahatan tidak cukup dilakukan melalui patroli atau penegakan hukum semata,” katanya.

Lanjutnya, penguatan ketahanan keluarga harus menjadi bagian dari strategi besar untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman.

“Keluarga yang kuat akan melahirkan individu yang lebih siap menghadapi tekanan hidup tanpa harus mengambil jalan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

Kriminolog Universitas Indonesia Bagus Sudarmanto mengingatkan bahwa operasi keamanan hanya berfungsi meredakan situasi dalam jangka pendek.

Sementara itu, sumber persoalan yang sebenarnya masih terus berkembang di tengah masyarakat.

Ia menilai pemerintah perlu memperkuat kebijakan ekonomi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan perlindungan keluarga agar akar masalah dapat ditangani secara berkelanjutan.

“Tanpa langkah tersebut, kejahatan jalanan dikhawatirkan akan terus muncul dengan pola yang sama dan semakin sulit dikendalikan,” pungkasnya. (fer)