DPR Minta Kepala BGN Baru Benahi Program MBG, Kasus Keracunan Sudah Sentuh 36 Ribu Anak

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris meminta Kepala BGN Nanik S Deyang fokus membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. DPR menyoroti kasus keracunan yang telah berdampak pada puluhan ribu anak.

Kamis, 4 Juni 2026 - 8:00 WIB
DPR Minta Kepala BGN Baru Benahi Program MBG, Kasus Keracunan Sudah Sentuh 36 Ribu Anak
Charles Honoris meminta Kepala BGN baru segera melakukan pembenahan tata kelola MBG. Foto: BGN for Hallonews

HALLONEWS.ID – Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S. Deyang, segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, tantangan terbesar program tersebut bukan sekadar memperluas cakupan penerima manfaat, melainkan memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada anak-anak.

Charles menilai keberhasilan program MBG tidak dapat hanya diukur dari besarnya anggaran yang terserap atau jumlah penerima manfaat yang tercatat.

“Aspek kualitas gizi, keamanan pangan, serta efektivitas pengawasan harus menjadi indikator utama dalam menilai keberhasilan program nasional tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan makanan yang disalurkan benar-benar memenuhi standar gizi dan aman dikonsumsi.

“Jika fokus hanya tertuju pada pencapaian target angka penerima manfaat, maka substansi utama program berpotensi terabaikan,” ujarnya.

Ia juga meminta Nanik memiliki agenda prioritas yang jelas sejak awal masa kepemimpinannya. Salah satu persoalan yang harus segera ditangani adalah penguatan sistem pengawasan dan kontrol kualitas di seluruh rantai pelaksanaan program MBG.

Charles menyoroti tingginya jumlah kasus keracunan yang dikaitkan dengan konsumsi makanan dalam program tersebut.

“Berdasarkan data yang ia sampaikan, jumlah anak yang terdampak telah mencapai lebih dari 36 ribu orang,” tambahnya.

Menurutnya, angka tersebut menjadi sinyal adanya persoalan mendasar yang tidak bisa dianggap sebagai insiden biasa.

Ia menilai kasus-kasus tersebut menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap mekanisme pengadaan, distribusi, hingga pengawasan makanan yang disajikan kepada para siswa.

Politikus PDIP itu menegaskan bahwa manfaat program MBG harus benar-benar dirasakan oleh anak-anak sebagai penerima utama. Karena itu, aspek keamanan dan mutu makanan harus ditempatkan di atas target administratif maupun pencapaian kuantitatif.

Charles berharap kepemimpinan baru di BGN mampu menghadirkan perbaikan nyata sehingga program MBG tidak hanya besar dari sisi anggaran dan cakupan, tetapi juga memberikan manfaat optimal bagi peningkatan kesehatan dan kualitas gizi generasi muda Indonesia. (agn)