Prabowo Bongkar Misi Besar MBG: Bukan Sekadar Makan Gratis, Tapi Selamatkan Generasi Bangsa

Prabowo Subianto menegaskan Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya memberi makanan bagi siswa, tetapi strategi jangka panjang untuk mengatasi stunting, meningkatkan kualitas SDM, dan memperkuat ekonomi Indonesia.

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:00 WIB
Prabowo Bongkar Misi Besar MBG: Bukan Sekadar Makan Gratis, Tapi Selamatkan Generasi Bangsa
Prabowo mengungkapkan bahwa program MBG lahir dari kenyataan masih banyak anak Indonesia yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan. Foto: Setpres for Hallonews

HALLONEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki tujuan yang jauh lebih besar dibanding sekadar menyediakan makanan bagi pelajar.

Program tersebut dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.

Penegasan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara *Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition* yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

Dalam sambutannya di hadapan para mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Prabowo mengungkapkan bahwa program MBG lahir dari kenyataan masih banyak anak Indonesia yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan dan tidak memperoleh asupan gizi yang memadai di rumah.

Menurutnya, persoalan gizi buruk masih menjadi tantangan serius yang mengancam masa depan generasi muda Indonesia. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi perkembangan kecerdasan dan kemampuan anak untuk bersaing di masa depan.

Prabowo menjelaskan, di sejumlah daerah masih ditemukan angka kekurangan gizi yang cukup tinggi. Bahkan di beberapa wilayah, jumlah anak yang mengalami masalah gizi mencapai lebih dari 20 persen hingga mendekati 30 persen.

Kondisi tersebut berpotensi memicu stunting yang berdampak pada pertumbuhan otak, otot, serta tulang anak-anak. Akibatnya, kemampuan belajar dan produktivitas mereka dapat menurun secara signifikan.

Presiden menilai masalah gizi yang tidak tertangani akan menciptakan hambatan besar dalam pembangunan sumber daya manusia. Anak-anak yang mengalami kekurangan gizi berisiko tidak mampu berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

Ia mengaku sering menemukan fakta tersebut saat berkunjung ke berbagai daerah. Banyak anak yang kesulitan menyelesaikan pendidikan dasar karena kondisi fisik dan kemampuan belajar yang tidak berkembang secara optimal.

Menurut Prabowo, dampaknya tidak berhenti pada sektor pendidikan. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat membatasi peluang anak untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan meningkatkan taraf hidup keluarganya.

Karena itu, pemerintah menempatkan Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu instrumen strategis untuk memperkuat kualitas generasi penerus bangsa sekaligus menekan angka stunting dan kekurangan gizi.

Prabowo menegaskan keberhasilan program MBG akan memberikan efek berantai yang luas, mulai dari peningkatan kesehatan masyarakat, kualitas pendidikan, hingga pertumbuhan ekonomi nasional.

“Program ini sangat penting. Jika berhasil dijalankan dengan baik, dampaknya akan sangat besar bagi kemajuan bangsa dan perekonomian Indonesia,” tegas Prabowo.

Melalui Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah berharap program MBG mampu menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan serta menjadi fondasi lahirnya generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan. (agn)